Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Balada Alih Kelola Bandara Halim antara TNI AU, AP II, dan Swasta

Pengelolaan Bandara Halim Perdanakusuma bakal dialihkan dari AP II ke pihak swasta.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 23 Juli 2022  |  16:08 WIB
Balada Alih Kelola Bandara Halim antara TNI AU, AP II, dan Swasta
Bandara Halim Perdanakusuma. - Bisnis.com/Rio Sandy P.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Alih kelola Bandara Halim Perdanakusuma dari PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II ke pihak swasta, yakni PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS), menjadi perhatian publik beberapa hari ini.

Isu ini bermula saat beredarnya surat dari Executive General Manager Kantor Cabang Bandara Halim Perdanakusuma kepada para mitra usaha (tenant) No. 08.01/02/07/2022/A.0078 pada 20 Juli 2022.

Inti surat itu adalah permintaan kepada AP II untuk keluar dari lahan seluas 21 hektare di Lanud Halim Perdanakusuma. Tak hanya itu, BUMN operator bandara tersebut juga dilarang mengelola lahan itu lagi.

Batas waktu yang pengosongan lahan yang diberikan adalah hingga 21 Juli 2022 pukul 00.00 WIB. Perintah tersebut mengacu pada Surat Kepala Staf TNI Angkatan Udara nomor B/1870/VII/2022.

Selanjutnya, AP II hanya akan melaksanakan layanan jasa penerbangan di Bandara Halim dengan konsep operasi minimal terbatas guna mendukung pengoperasian Lanud Halim Perdanakusuma, khususnya dalam layanan penerbangan VVIP.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menjelaskan bahwa pihaknya dan AP II sepakat melaksanakan serah terima pengelolaan lahan 21 Ha di Bandara Halim kepada Angkasa Transportindo.

Adapun, serah terima tersebut sebagai tindak lanjut dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, yaitu Putusan Peninjauan Kembali MA No. 527/PK/Pdt/2015.

Dia menuturkan TNI AU memiliki kewajiban menyerahkan lahan seluas 21 Ha dan / atau apa saja yang berdiri di atasnya kepada ATS. Adapun, AP II memiliki kewajiban untuk menyerahkan penguasaan dan pengelolaan lahan 21 Ha atau apa saja yang berdiri di atasnya kepada ATS.

Selanjutnya, AP II sebagai pihak yang selama ini melaksanakan pengelolaan operasional, akan keluar dari kawasan Bandara Halim Perdanakusuma.

Dia memastikan keluarnya AP II dari wilayah Bandara Halim, tidak mengganggu pelayanan penerbangan, karena sejak Januari 2022 bandara berkode HLP tersebut sedang menjalani program revitalisasi. Bandara akan dibuka kembali pada September 2022.

Adapun, putusan MA yg selama ini tidak dilaksanakan dapat berdampak pada tidak terpenuhinya kewajiban membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berisiko menimbulkan kerugian negara.

Lantas, siapakah Angkasa Transportindo ini? Diketahui perusahaan tersebut sempat berada di bawah naungan dari Lion Air Group.

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara halim perdanakusuma angkasa pura ii ap ii tni au bandara
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top