Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

ESDM Klaim Temuan Gas di Blok Andaman Terbesar di Dunia, Membentang hingga ke Laut Thailand

Potensi sumber daya gas di Andaman diklaim menjadi temuan terbesar yang ada di dunia saat ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  14:27 WIB
ESDM Klaim Temuan Gas di Blok Andaman Terbesar di Dunia, Membentang hingga ke Laut Thailand
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji membeberkan potensi sumber daya atau potential resources gas di blok Andaman terbilang tinggi dengan rata-rata temuan mencapai 6 triliun kaki kubik atau trilliun cubic feet (TCF) dari masing-masing blok yang dikembangkan.

Dengan demikian, Tutuka mengatakan, potensi sumber daya gas di Andaman menjadi temuan terbesar yang ada di dunia saat ini. Dia mengatakan kementeriannya bersama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil, bagian dari Harbour Energy Company, operator blok Andaman II berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya gas mencapai 6 TCF di sumur eksplorasi Timpan-2.

Temuan itu diproyeksikan juga terdapat di wilayah kerja lainnya yang belakangan akan dieksplorasi lebih jauh oleh Repsol Andaman B.V di Sumur Rencong-1X yang menjadi bagian dari WK Andaman III dengan kedalaman air laut sekitar 1,100 meter di Perairan Selat Malaka.

“Rata-rata sekitar itu [6 TCF], Andaman Tiga juga mungkin besar juga ya kalau dikumpulkan ketiga-tiganya bisa lebih besar dari Masela, yang kemarin kan baru Andaman II saja itu ketebalannya tinggi sampai 100 meter lebih yang dibor,” kata Tutuka saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Kendati demikian, Tutuka mengatakan, potensi sumber daya gas yang besar di Blok Andaman itu diproyeksikan melebar ke perairan Thailand. Menurut Tutuka, Thailand juga belakangan tengah mengintensifkan pencarian sumber daya gas yang melebar dari Blok Andaman tersebut.

“Yang Andaman cenderungnya ke Thailand malahan gabungnya ke sana Andaman itu mungkin bisa kita perkirakan mungkin terbesar penemuan di Dunia kalau ketemu lagi [gas] di Blok III,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, temuan potensi sumber daya gas di Andaman II murni mengandung gas tanpa bauran karbon dioksida atau Co2 yang membuat proyek lapangan makin kompetitif di tengah isu transisi energi.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Premier Oil, bagian dari Harbour Energy Company, operator blok Andaman II yang terletak 150 kilometer lepas pantai Aceh menemukan cadangan minyak dan gas (migas).

Penemuan tersebut diperoleh setelah Premier Oil menyelesaikan pengeboran sumur eksplorasi Timpan-1 pada kedalaman air 4.245 kaki. Sumur di bor secara vertikal total pada kedalaman 13.818 kaki di bawah laut. Berdasarkan pengujian, sumur mengalirkan gas sebesar 27 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 1.884 barel kondensat per hari (BOPD).

Premier Oil Andaman Ltd. akan segera melakukan studi evaluasi post drill untuk menentukan langkah eksplorasi selanjutnya dalam usaha mengkomersialisasikan penemuan itu di lepas pantai cekungan Sumatra Utara. Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengapresiasi sinergi yang dilakukan Premier Oil bersama SKK Migas yang berhasil menemukan cadangan migas di Blok Andaman II.

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengapresiasi sinergi yang dilakukan Premier Oil bersama SKK Migas yang berhasil menemukan cadangan migas di Blok Andaman II.

“Komitmen kita bersama untuk mendorong eksplorasi di 2022 yang lebih masif dibandingkan tahun lalu telah membuahkan hasil yang positif. Penemuan ini tidak hanya kabar yang menggembirakan bagi Premier Oil sebagai operator, tetapi juga bagi industri hulu migas secara keseluruhan,” kata Benny melalui siaran pers, Senin (11/7/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Andaman migas blok migas hulu migas produksi migas lifting migas kementerian esdm esdm
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top