Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Perdana! BPMA - Repsol Andaman B.V Mulai Pemboran Laut Dalam

WK ini terletak di lepas pantai Aceh dengan luas area saat ini setelah dilakukan penyisihan sebagian Wilayah Kerja seluas 4684.32 kilometer persegi.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  11:03 WIB
Perdana! BPMA - Repsol Andaman B.V Mulai Pemboran Laut Dalam
Drillship atau kapal pemboran bernama West Capella generasi ke 6 melakukan pemboran Sumur Rencong-1X di perairan Provinsi Aceh. Kapal ini juga pernah digunakan Premier Oil pada Mei - Juli 2022 lalu saat kegiatan pemboran sumur eksplorasi Timpan-1. - Dok: Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTABadan Pengelola Migas Aceh dan Repsol Andaman B.V telah berhasil melakukan tajak atau pemboran laut dalam perdana pada Sumur Rencong-1X di perairan Provinsi Aceh. Hal ini dilakukan dalam rangka mencari cadangan migas yang baru.

Deputi Operasi BPMA Edy Kurniawan menyampaikan bahwa instansi itu terus mendorong KKKS untuk melakukan kegiatan pemboran yang masif dalam rangka menemukan cadangan migas baru. Diharapkan dengan adanya discovery yang baru ini, ketersediaan migas nasional tetap terjaga serta mendukung berjalannya roda ekonomi khususnya di Aceh.

“Kami mengapresiasi komitmen Repsol Andaman B.V selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang saat ini sedang melakukan pemboran laut dalam di Perairan Aceh. Kegiatan ini tentunya dapat berjalan dengan baik karena ada dukungan dukungan stakeholder daerah dalam kelancaran kegiatan pemboran ini,”katanya dalam siaran resmi, Rabu (20/7/2022).

Pemboran eksplorasi Sumur Rencong 1X di Perairan Selat Malaka ini bakal dilakukan selama 66 hari mulai Senin (18/7/2022).

Sumur eksplorasi lepas pantai terletak di Wilayah Kerja (WK) Andaman III dengan kedalaman air laut sekitar 1,100 M. Pemboran lepas pantai yang dilaksanakan kurang lebih berjarak 42 km dari garis pantai Aceh Utara tersebut merupakan jenis pemboran laut dalam atau deepwater. 

WK Andaman III adalah WK Eksplorasi yang dimenangkan oleh Talisman pada lelang Wilayah Kerja pada tahun 2009. Kontrak Kerja Sama WK Andaman III menggunakan skema cost recovery dengan jangka waktu kontrak selama 30 tahun. Pada tahun 2015, Repsol mengakuisisi Talisman sehingga WK tersebut dikelola oleh perusahaan migas asal Spanyol itu.

Kemudian pada 2019, perusahaan migas asal Malaysia, Petronas melalui anak usahanya Petronas Andaman B.V. mengakuisisi 49% hak partisipasi WK Andaman III dari Repsol Andaman B.V., anak perusahaan Repsol S.A.

WK ini terletak di lepas pantai Aceh dengan luas area saat ini setelah dilakukan penyisihan sebagian Wilayah Kerja seluas 4684.32 kilometer persegi.

Repsol Andaman B.V telah mengerjakan beberapa kegiatan yaitu studi G&G, akuisisi data seismik 3D seluas 3,250 km2 yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 hingga 2018 dan pemboran eksplorasi Rencong-1X.

Pemboran kali ini merupakan pembuktian dari interpretasi data yang telah didapatkan melalui seismik 3D dengan target kedalaman 1,100 m dari permukaan laut dan sedalam 3,500 m dari dasar laut.

Pelaksanaan pemboran ini dilakukan menggunakan drillship atau kapal pemboran bernama West Capella generasi ke 6 yang juga pernah digunakan Premier Oil pada Mei - Juli 2022 lalu saat kegiatan pemboran sumur eksplorasi Timpan-1.

Blok Andaman III merupakan bagian dari rangkaian Wilayah Kerja Andaman yang terletak di perairan Selat Malaka. Wilayah Kerja lain yang terdapat di dalam regional ini adalah WK Andaman I dan South Andaman yang dioperasikan oleh Mubadala Petroleum dan WK Andaman II yang di operasikan oleh Premier Oil Andaman Ltd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemboran migas migas blok migas Badan Pengelolaan Migas Aceh-BPMA Andaman
Editor : Rayful Mudassir
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top