Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penghitungan Upah Lembur Pada Hari Libur Nasional

Pekerja/buruh yang tetap bekerja selama hari libur nasional wajib mendapatkan upah lembur dari pengusaha dengan penghitungan berdasarkan jam kerja.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 03 Mei 2022  |  14:39 WIB
Pekerja yang bekerja saat sedang libur nasional maka akan mendapatkan upah tambahan -  Bloomberg
Pekerja yang bekerja saat sedang libur nasional maka akan mendapatkan upah tambahan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pekerja/buruh yang tetap bekerja selama hari libur nasional wajib mendapatkan upah lembur dari pengusaha dengan penghitungan berdasarkan jam kerja. 

Berdasarkan Pasal 85 Undang-Undang (UU) 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja/buruh tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi.

Namun pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh pada hari libur resmi apabila jenis dan sifat pekerjaan harus dilaksanakan secara terus menerus dan pada keadaan lain berdasarkan kesepakatan pekerja dengan pengusaha.

Penghitungan upah kerja lembur dilihat dari waktu kerja seperti yang dibagikan oleh akun resmi Twitter @KemnakerRI, Selasa (3/5/2022).

Bagi pekerja yang memiliki waktu kerja enam hari dan 40 jam satu minggu akan dibayar 2 x upah satu jam pada jam pertama hingga ketujuh. Pada jam kedelapan mendapatkan 3 x upah satu jam. Sementara pada jam kesembilan hingga kesebelas dibayar 4 x upah satu jam.

Pekerja/buruh yang memiliki waktu kerja 5 hari dengan 40 jam satu minggu akan dibayar 2 x upah satu jam pada jam pertama hingga kedelapan. Pada jam kesembilan mendapatkan 3 x upah satu jam. Sementara pada jam kesepuluh hingga keduabelas dibayar 4 x upah satu jam.

Apabila ada pekerja/buruh yang waktu kerjanya 6 hari kerja 40 jam dalam satu minggu dan bekerja lembur selama 7 jam, sedangkan upah bulanannya adalah Rp5 juta, berikut cara menghitung upah lembur.

1. Hitung upah per jam menggunakan rumus upah bulanan dibagi 173

Rp5.000.000/173 = Rp28.901,734

2. Langkah kedua, kalikan upah per jam dengan lama kerja lembur (7 jam lembur)

7 x 2 x Rp28.901,734 = Rp404.624.277

Maka, pekerja/buruh yang memiliki waktu kerjanya 6 hari kerja 40 jam dalam satu minggu dan bekerja lembur selama 7 jam, sedangkan upah bulanannya adalah Rp5 juta akan mendapatkan upah sebesar Rp404.624.277. 

Berikut jenis pekerjaan yang dijalankan secara terus menerus berdasarkan Pasal 3 ayat 1 Kepmenakertrans No. KEP-233/MEN/2003 tentang jenis dan sifat pekerjaan yang dijalankan secara terus menerus.

  1. Pelayanan jasa kesehatan
  2. Pelayanan jasa transportasi
  3. Jasa perbaikan alat transportasi
  4. Usaha pariwisata
  5. Penyediaan tenaga listrik, jaringan pelayanan air bersih, dan penyediaan bahan bakar minyak dan gas bumi
  6. Pekerjaan-pekerjaan yang apabila dihentikan akan mengganggu proses produksi, merusak bahan, dan termasuk pemeliharaan/perbaikan alat produksi.
  7. Pekerjaan di usaha swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya
  8. Pekerjaan di lembaga konservasi
  9. Pengamanan
  10. Media massa
  11. Jasa pos dan telekomunikasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buruh pekerja Liburan hari libur nasional
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top