Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mark Dynamics (MARK) Optimis Kinerja Tumbuh Digit Ganda

MARK mematok pertumbuhan tahun ini sekitar 30 persen dibandingkan 2021, seiring permintaan yang masih kuat dengan target pendapatan sekitar Rp1,4 triliun dan volume penjualan sekitar 22 juta cetakan sarung tangan.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 08 April 2022  |  18:14 WIB
Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh - Istimewa
Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- PT Mark Dynamic Indonesia Tbk (MARK) optimistis mampu melanjutkan tren positif pada tahun ini. Sepanjang 2021, emiten yang bergerak di industri cetakan sarung tangan menorehkan hasil positif.

Selama dua dekade, emiten berkode saham MARK itu loyal mengembangkan bisnis sarung tangan. Bahkan, MARK percaya diri untuk mematok target pertumbuhan per tahun 8 hingga 10 persen dalam keadaan normal.

Sebaliknya, selama pandemi justru emiten tersebut malah mengemas pertumbuhan di atas 20 ataupun 30 persen lebih.

Ridwan Goh selaku Direktur Utama MARK dalam keterangan resminya, yang diterima Jumat (8/4/2022) menyatakan, karena pentingnya produk dari perseroan untuk dunia medis di tengah pandemi, para perusahaan yang memproduksi sarung tangan medis harus melakukan pre order atau pemesanan dalam kurun waktu 1 tahun untuk mendapatkan cetakan hasil produksi MARK. Sedangkan pada waktu normal pada  2022 ini diperkirakan hanya perlu waktu dua hingga tiga bulan.

Ridwan menambahkan, tantangan di tengah pandemi covid 19 pada 20221 adalah kemampuan  mengakomodir produksi tanpa gangguan karena adanya covid-19.  "Untuk tahun 2022 ini kita tantangannya adalah bagaimana menciptakan inovasi-inovasi agar kinerja tetap stabil dengan menekan beban-beban kinerja dan beban kos produksi hingga dari internal cost production nya harus bisa lebih kompetitif," ungkapnya. 

Terkait dengan rencana jangka menengah, Ridwan menegaskan Mark dynamics tidak akan melakukan hilirisasi bisnis. Karena perseroan sudah memiliki anak usaha seperti Honour Tower Sdn. Bhd. yang bergerak di sektor Perdagangan keramik molding, lalu ada juga PT Megah Raya Sumatera yang bergerak di bidang Industri Peralatan Saniter dari Porselen dan PT. Berjaya Dynamics Indonesia yang bergerak di Perdagangan Peralatan dan Perlengkapan Pertanian

 “Sedangkan untuk Tahun 2022 ini Mark Dynamic hanya mencanangkan anggaran belanja modal atau capex sekitar Rp20 miliar berbanding terbalik dari tahun 2021 yang menganggarkan capex sekitar Rp200 miliar,” ujar Ridwan.

Capex yang rendah membuat Mark Dynamics dengan sangat percaya diri untuk mematok pertumbuhan tahun ini sekitar 30 persen dibandingkan 2021, seiring permintaan yang masih kuat dengan target pendapatan sekitar Rp1,4 triliun dan volume penjualan sekitar 22 juta cetakan sarung tangan. Sebagai gambaran, tahun lalu volume penjualan MARK hanya sekitar 1,5 juta cetakan perbulan atau rata-rata per tahunnya 18 juta pertahun.

Sedangkan proyeksi net profit pada 2022 sekitar Rp450 miliar, pertumbuhan ini dianggap moderat karena pertumbuhan dan profit margin nya sudah sekitar 33 persen.

Adapun kas perseroan tahun 2021 karena adanya capex yang cukup besar senilai Rp200 miliar yang  30 persennya berasal dari kas internal perseroan, sehingga kas 2021 lebih banyak untuk investasi dan untuk tahun 2022 ini akan jauh lebih bagus karena capek nya sudah berkurang.

 

“Bahkan untuk tahun 2021 Mark Dynamics akan membagikan dividen dengan rasio 50% dari laba bersih atau sekitar Rp196 miliar,” tegas Ridwan Goh.

Pada 2021, MARK mencatatkan penjualan sebesar Rp1,19 Triliun meningkat sebesar 111% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020 sebesar Rp 565,44 miliar dan laba bersih sebesar Rp392,15 miliar, meningkat sangat signifikan yaitu 172% dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp 144,19 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kementerian perindustrian Industri Tekstil Mark Dynamics Indonesia
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top