Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Incar Insentif, Pertamina Kaji Wilayah Kerja Selain East Kalimanantan dan Sanga Sanga

Insentif dari pemerintah dinilai berhasil membuka potensi proyek optimasi pengembangan lapangan guna mendukung pertumbuhan produksi migas Grup Pertamina.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  17:13 WIB
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR)  mengecek pompa angguk atau pumping unit di Central Gathering Station (CGS) 10 Field Duri, Blok Rokan, Bengkalis, Riau, Rabu (22/12/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengecek pompa angguk atau pumping unit di Central Gathering Station (CGS) 10 Field Duri, Blok Rokan, Bengkalis, Riau, Rabu (22/12/2021). ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah wilayah kerja East Kalimantan, Mahakam, dan Sanga Sanga mendapatkan insentif pemerintah, PT Pertamina (Persero) masih terus mengkaji seluruh aset hulu minyak dan gas bumi yang dikelolanya untuk bisa mendapatkan peluang yang sama.

Corporate Secretary PHE Arya Dwi Paramita mengatakan persetujuan insentif pada wilayah kerja Mahakam telah mendorong pencapaian performa produksi migas pada tahun lalu. Di samping itu, insentif tersebut membuka potensi proyek optimasi pengembangan lapangan-lapangan guna mendukung pertumbuhan produksi migas Pertamina group.

"Pertamina menjajaki dan mengevaluasi setiap peluang yang dapat membantu upaya peningkatan cadangan, sumber daya dan produksi migas di wilayah operasinya.

Pada Juni 2021, PT Pertamina Hulu Mahakam menerima surat persetujuan pemerintah terkait fiscal incentive untuk WK Mahakam. Persetujuan insentif ini diberikan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 27 tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2010 Tentang Biaya Operasi Yang Dapat Dikembalikan dan Perlakukan Pajak Penghasilan Di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. sekaligus menjadikan insentif pertama yang diberikan pemerintah kepada KKKS.

Menyusul pemeberian insentif itu, Pertamina Hulu Mahakam telah menemukan cadangan minyak dan gas bumi baru melalui pengeboran sumur eksplorasi Manpatu-1x (MPT-1x) di wilayah kerja Mahakam.

Sumur MPT-1x merupakan sumur eksplorasi PHM yang ditajak pada 20 Oktober 2021 dan mencapai kedalaman 4.188 mMD (meter kedalaman terukur). Sumur tersebut memiliki target pada Formasi Mentawir dan Formasi Tanjung Batu. Struktural Manpatu memiliki sumber daya P50 84,81 BCF (miliar kaki kubik) gas dan 2,4 MMBO (juta barel minyak).

Dalam perkembangan yang terbaru, Pertamina Hulu Kalimantan Timur telah resmi mendapatkan persetujuan insentif fiskal dari pemerintah pada 12 Januari 2022 dan Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) memperoleh persetujuan insentif fiskal dari pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 28 Desember 2021.

Persetujuan insentif ini diberikan terhadap proposal insentif yang diinisiasi oleh Pertamina Hulu Kalimantan Timur sejak 2020 yang mengacu pada Permen ESDM No. 52 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split dengan mempertimbangkan keekonomian lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan surat persetujuan dari Menteri ESDM No. T-24/MG.04/MEM.M/2022 12 Januari 2022 perihal Persetujuan Penambahan Split pada Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja East Kalimantan & Attaka, PHKT mendapatkan insentif berupa tambahan bagi hasil atau split.

Sementara itu, Persetujuan insentif tersebut diberikan terhadap proposal insentif Sanga Sanga Development Plan yang sudah diinisiasi oleh PHSS sejak 2019 dengan mempertimbangkan PP 53 Tahun 2017 dan Permen ESDM 52 Tahun 2017 mengenai penyesuaian bagi hasil dengan mempertimbangkan keekonomian lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan surat persetujuan insentif yang ditandatangani oleh Menteri ESDM No. T-545/MG.04/MEM.M/2021 tanggal 28 Desember 2021 perihal Persetujuan Perubahan Bagi Hasil/Split Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Sanga Sanga, PHSS memperoleh insentif berupa tambahan bagi hasil atau split sebesar 20 persen terhitung mulai 2021.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI)-Regional Kalimantan, Chalid Said Salim, mengungkapkan bahwa pemberian insentif ini sangat penting untuk mendorong keberlangsungan operasi migas dan investasi yang diperlukan untuk menambah recovery cadangan dan sumberdaya migas di WK East Kalimantan & Attaka.

Pada 2021, PHKT mencatatkan angka produksi minyak sebesar 9,3 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 40,2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). PHKT akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja, terutama setelah mendapatkan insentif Pemerintah, demi mendukung iklim investasi serta ketahanan energi nasional.

”Dengan adanya insentif ini, rencana pengembangan lapangan eksisting dan baru bisa dilanjutkan. Insentif ini dapat mendukung peningkatan cadangan dan memelihara tingkat produksi PHKT sehingga PHKT dapat terus memberikan kontribusi dalam penyediaan energi bagi Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Chalid mengungkapkan bahwa pemberian insentif kepada Pertamina Hulu Sanga Sanga diperlukan untuk meningkatkan recovery cadangan dan sumberdaya migas di WK Sanga Sanga.

Chalid menjelaskan, sejalan dengan usulan Sanga Sanga Development Plan, insentif dibutuhkan untuk memelihara keekonomian aset serta mendorong keberlanjutan investasi WK Sanga Sanga yang penting dalam memelihara tingkat produksi untuk mendukung target produksi migas nasional.

"Pemberian insentif ini diharapkan dapat meng-unlock tambahan cadangan sebesar 230 juta barel setara minyak , dari sebelumnya 38 MMBOE menjadi 268 MMBOE," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina insentif produksi migas
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top