Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Punya Rumah Tapak di Tengah Kota, Rumah Kompak Jawabannya

Konsep rumah tapak yang satu ini memiliki keunggulan dibandingkan opsi rumah susun ataupun apartemen.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Februari 2022  |  19:13 WIB
Ingin Punya Rumah Tapak di Tengah Kota, Rumah Kompak Jawabannya
Rumah tapak - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tren rumah dengan konsep compact menjadi diminati oleh konsumen dan pengembang. Rumah compact merupakan jenis rumah yang dirancang dengan konsep terpadu serta mengedepankan skala prioritas ruang. 

Artinya, rumah compact atau kompak hanya akan membuat ruang utama yang paling dibutuhkan terlebih dahulu seperti ruang tidur, dapur, ruang tamu, dan kamar mandi.

Wakil Ketua Umum DPP REI Bambang Eka Jaya mengatakan rumah compact atau mini townhouse pada dasarnya dibuat pengembang untuk menjawab tantangan pasar dimana ingin memiliki rumah tapak yang berada di tengah kota. 

"Umumnya yang ada di area perkotaan dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen khususnya kaum milenial adalah apartemen atau rusun," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (13/2/2022).

Menurutnya, rumah kompak bisa sebagai alternatif sekaligus solusi bagi konsumen yang ingin punya rumah di kota selain apartemen. 

Namun, tinggal di apartemen sendiri memiliki sejumlah permasalahan yakni biaya maintance bulanan relatif tinggi, parkir berbayar dan sulit memperoleh tempat parkir, dan aturan ketat untuk tinggal di apartemen. 

Dia menilai, dengan harga yang relatif sama antara apartemen dan rumah tapak, konsumen bisa mendapatkan rumah tapak dengan kepemilikan Hak Guna Bangunan (HGB) pribadi bukan strata title

"Selain itu, rumah tapak ada kebebasan pengelolaan karena tidak dibebani maintance fee yang kompleks dan relatif tinggi. Yang utama dan tidak tergantikan punya parkir kendaraan pribadi. Hal inilah banyak yang memilih tinggal di rumah tapak dan mencari desain rumah compact," katanya.

Bambang menuturkan adapun rumah kompak umumnya berkisar Rp500 juta hingga Rp1 miliar dengan komplimentari harga apartemen di tengah kota. 

Umumnya, rumah kompak dibuat dengan lahan terbatas 30 meter persegi hingga 60 meter persegi dan memiliki 2 hingga 3 lantai. 

"Berdesain lengkap dan salah satu syarat harus punya parkir kendaraan sendiri," ucapnya. 

Dia mencontohkan hunian yang dibangunnya di kawasan Jakarta barat sebanyak 14 unit dengan luas sekitar 30 meter persegi hingga 60 meter persegi. Hunian yang bernama Palm Garden Townhouse ini menawarkan harga berkisar Rp800 juta hingga Rp1,4 miliar. 

"Dari 14 unit yang dipasarakan sudah 2 yang terjual lunas dan ada 5 yang baru DP. Respon cukup positif hanya karena Covid, kunjungan ke lokasi langsung yang agak kurang. Rumah compact ini trend pengganti apartemen," tuturnya.

Hunian compact memiliki ruang-ruang esensial seperti ruang keluarga, dua sampai dengan tiga kamar tidur, ruang makan, dapur hingga garasi mobil.

"Rumah compact biasanya memiliki furnitur yang berukuran kecil. Furnitur yang dipasang bersifat multifungsi dan mudah disimpan. Design cenderung modern minimalis. Hunian ini cocok untuk kaum milenial dan pasangan muda," ujar Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rei rumah tapak
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top