Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan Umum (Perum) Bulog mengungkap pihaknya tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama dengan sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) lain dalam rangka menjaga harga jual beras tetap stabil.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan saat ini pihaknya tengah menyalurkan beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga khusus Rp60.000 per pak, lebih rendah dari HET (Harga Eceran Tertinggi) yang berlaku bagi masyarakat di wilayah Jakarta.
Langkah itu diambil dalam rangka memastikan penyaluran beras SPHP dapat tembus mencapai 1,3 juta ton sebagaimana yang ditargetkan untuk dapat tercapai pada periode Juli – Desember 2025.
"Gerakan ini sangat strategis untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga stabil di seluruh lapisan masyarakat. GPM menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat," ujar Rizal dalam keterangan resmi, Minggu (31/8/2025).
Selain menjaga stabilisasi harga, Bulog juga turut memastikan kualitas beras SPHP tetap sesuai standar dan terdistribusi secara merata di seluruh daerah.
Kolaborasi erat antara Bulog bersama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Pemerintah Daerah, BUMN pangan, serta mitra distribusi diharapkan dapat semakin memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca Juga
Adapun, launching Gerakan Pangan Murah (GPM) dijalankan serentak di 5.709 titik yang tersebar di seluruh Indonesia pada Sabtu (30/8/2025). Lebih dari 43.000 ton beras SPHP didistribusikan dalam kegiatan dimaksud.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa GPM dilakukan untuk menstabilkan harga beras yang sebelumnya bergejolak.
“Kami ingin membangun ekosistem pangan yang sehat yang selama ini terjadi anomali di mana-mana. Gerakan pangan murah ini merupakan upaya nyata untuk menjaga stabilisasi pangan khususnya beras agar terjangkau dan dapat diakses masyarakat dengan harga yang baik,” kata Amran.
Sebagai informasi, hingga 30 Agustus 2025, Bulog melaporkan bahwa pihaknya telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 299.600 ton dengan melibatkan lebih dari 30.000 mitra di seluruh Indonesia. Di mana, rata-rata realisasi harian berada di kisaran 6.000 ton.