Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AHY Wanti-Wanti Imbas Demo Destruktif ke Investasi RI

AHY memperingatkan bahwa demo destruktif dapat menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi RI, mengganggu proyek infrastruktur seperti Giant Sea Wall.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Pengembangan Kewilayahan Agus Harimuti Yudhoyono saat menjadi pembicara kunci di acara Sarasehan Pengembangan Kawasan Pawitandirogo di Madiun, Jawa Timur, Jumat (22/8)./Bisnis-Hendri Asworo
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Pengembangan Kewilayahan Agus Harimuti Yudhoyono saat menjadi pembicara kunci di acara Sarasehan Pengembangan Kawasan Pawitandirogo di Madiun, Jawa Timur, Jumat (22/8)./Bisnis-Hendri Asworo

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewanti-wanti dampak aksi demonstrasi yang terlalu destruktif  dan berkepanjangan dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia menegaskan, demonstrasi yang belakangan terjadi dikhawatirkan akan menghambat laju investasi yang masuk ke dalam negeri. Pasalnya, pemerintah sendiri saat ini tengah gencar menjaring kerja sama investasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

"Sedikit banyak akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan dan juga confidence atau kepercayaan diri dari semua pihak termasuk ketika kita berharap menghadirkan investasi," jelasnya kepada awak media di Cikeas, Minggu (31/8/2025).

AHY menekankan, calon investor yang akan menanamkan modalnya tentu mempertimbangkan ekosistem dan stabilitas Indonesia. Hal itu dilakukan dalam rangka memastikan portofolio investasi berjalan baik.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh masyarakat dan stakeholder terkait untuk dapat bersatu padu menurunkan gejolak politik yang beberapa hari belakangan membuncah.

"Ini [dampak demonstrasi] akan terkait juga dengan infrastruktur. Salah satu upaya kita adalah menghadirkan investasi. Ekonomi bisa tumbuh jika salah satu elemen yang penting, yaitu investasi tadi bisa juga tumbuh," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah memang tengah menjajakan sejumlah proyek infrastruktur untuk dapat dikerjasamakan dengan pihak swasta baik dalam maupun luar negeri.

Salah satunya, yakni proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang dicanangkan akan membentang di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura).

Sebelumnya, AHY menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa dalam mendatangkan investasi untuk membangun Giant Sea Wall.

"Kami ingin mendorong dan menyatukan langkah-langkah tersebut, karena ini adalah proyek besar, jangka panjang, melibatkan banyak stakeholders, termasuk juga kita butuh investasi, dan keterlibatan para pemimpin di daerah," kata AHY saat ditempuh di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Sementara pada tahap awal, AHY mengungkap pihaknya bersama dengan Badan Otorita Pantura akan segera merumuskan peta jalan atau roadmap pembangunan Giant Sea Wall.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro