Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan Utara Segera Selesai, Ini Rinciannya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan empat pos lintas batas negara (PLBN) di Kalimantan Utara, yakni Long Nawang di Kabupaten Malinau, serta Long Midang, Labang, dan Sei Pancang di Kabupaten Nunukan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 07 Februari 2022  |  10:23 WIB
4 Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan Utara Segera Selesai, Ini Rinciannya
Ilustrasi Pos Lintas Batas Negara. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan empat pos lintas batas negara (PLBN) di Kalimantan Utara, yakni Long Nawang di Kabupaten Malinau, serta Long Midang, Labang, dan Sei Pancang di Kabupaten Nunukan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan empat PLBN tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing nasional, pemerataan pembangunan, sekaligus mengurangi disparitas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Menurutnya, pembangunan PLBN terpadu bukan hanya ditujukan sebagai pos lintas batas negara, tetapi juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan begitu, diharapkan keberadaan PLBN akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, tetapi menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” katanya melalui keterangan resmi, dikutip Senin (7/2/2022).

Pembangunan PLBN Terpadu Long Nawang sendiri telah dimulai pada 3 September 2020 dengan progres 33,49 persen, dan ditargetkan selesai 25 Desember 2022. Anggaran pembangunan PLBN itu bersumber dari APBN senilai Rp225,3 miliar. 

PLBN Terpadu Long Nawang berada di Kabupaten Malinau yang berbatasan langsung dengan Long Busang di Sarawak, Malaysia.

Ruang lingkup pekerjaan yang tengah diselesaikan meliputi bangunan utama, gudang, mes pegawai, tower air, gerbang Tasbara, masjid, foodcourt, power house, mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP), lanskap, dan bangunan penunjang.

Selanjutnya, PLBN Terpadu Long Midang di Kabupaten Nunukan mulai dikerjakan pada 8 Oktober 2020 dan direncanakan selesai 25 September 2023 dengan progres fisik 5,63 persen. Pekerjaan yang dilaksanakan hampir sama dengan PLBN Terpadu lain, berupa bangunan inti dan fasilitas penunjang lainnya dengan anggaran sebesar Rp200,7 miliar.

Pekerjaan pembangunan PLBN Terpadu Long Midang mengalami beberapa kendala, di antaranya akses mobilisasi peralatan dan material melalui jalur darat yang belum tersedia dan sempat mengalami penurunan permukaan tanah, serta longsor di lereng sebelum kegiatan land clearing dan galian.

PLBN Terpadu lainnya di Kabupaten Nunukan adalah PLBN Labang yang dikerjakan sejak 25 November 2020 dan ditargetkan selesai 14 Desember 2022. Biaya pembangunan PLBN itu sebesar Rp210,7 miliar dengan progres konstruksi 27,95 persen.

Adapun, pekerjaan yang tengah diselesaikan meliputi bangunan pemeriksaan, mes pegawai, kantor pegawai, tower air, rumah pompa (GWT), power house, tambatan perahu, tempat pembuangan sampah (TPS), MEP, lanskap, dan bangunan penunjang.

Terakhir, PLBN Terpadu Sei Pancang atau biasa disebut Sei Nyamuk yang juga berada di Kabupaten Nunukan. PLBN tersebut berada Kecamatan Sebatik Utara yang dapat diakses menggunakan speed boat dari Kota Tarakan dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

PLBN Terpadu Sei Pancang memiliki luas lahan 68.169 meter persegi dibangun zona inti dan zona pendukung yang meliputi bangunan utama setinggi 3 lantai seluas 5.613 meter persegi, mes pegawai setinggi 2 lantai dengan luas 1.904 meter persegi, dan Wisma Indonesia setinggi 2 lantai seluas 1.888 meter persegi.

Pembangunan PLBN tersebut mulai dikerjakan pada 24 Februari 2020 dengan progres 82,1 persen dan ditargetkan selesai 13 Juni 2022.

PLBN Sei Pancang juga mengembangkan konsep infrastruktur hijau melalui penataan lanskap, penanaman pohon dan rumput, serta roof garden untuk bangunan bertingkat, dengan total anggaran konstruksi sebesar Rp248,58 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalimantan utara Kementerian PUPR PLBN
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top