Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Perkirakan Inflasi Januari 2022 0,53 Persen, Ini Pendorongnya

Penyumbang utama inflasi 2022 hingga pekan keempat awal tahun ini yaitu komoditas bahan bakar rumah tangga.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 30 Januari 2022  |  13:52 WIB
Pedagang aneka bahan bumbu masakan tertidur saat menunggu calon pembeli di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). -  ANTARA / Sigid Kurniawan
Pedagang aneka bahan bumbu masakan tertidur saat menunggu calon pembeli di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA / Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Berdasarkan perkembangan harga pada minggu keempat Januari 2022, Bank Indonesia (BI) melalui Survei Pemantauan Harga memperkirakan inflasi pada Januari ini sebesar 0,53 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Januari 2022, perkembangan harga pada Januari 2022 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,53 persen [mtm]," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (28/1/2022).

Dengan perkembangan tersebut juga, Erwin memperkiraan tingkat inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,53 persen (year-to-date/ytd), dan secara tahunan sebesar 2,15 persen (year-on-year/yoy).

Erwin menyampaikan penyumbang utama inflasi 2022 hingga pekan keempat awal tahun ini yaitu komoditas bahan bakar rumah tangga (BBRT) sebesar 0,12 persen (mtm). Kemudian, daging ayam ras besar 0,09 persen (mtm); tomat dan beras masing-masing sebesar 0,05 persen (mtm); telur ayam ras, sabun detergen bubuk/cair, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03 persen (mtm).

Selanjutnya, bawang merah sebesar 0,02 persen (mtm); lalu cabai rawit, minyak goreng, jeruk, mie kering instan, bawang putih, kangkung, gula pasir dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Di sisi lain, Erwin mencatat komoditas penyumbang deflasi yakni cabai merah sebesar -0,05 persen (mtm), dan tarif angkutan udara sebesar -0,02 persen (mtm).

Dia lalu menyampaikan BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutupnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi ekonomi indonesia
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top