Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ESDM Bidik Target Produksi 663 Juta Ton Batu Bara Pada 2022

Sebanyak 165,7 juta ton di antaranya untuk pasokan domestik dan 497,2 juta ton sisanya akan mengisi pasar ekspor.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  20:45 WIB
Pekerja memeriksa kualitas batu bara di area pengumpulan Dermaga Batu bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk. di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022).  - Antara Foto/Nova Wahyudi
Pekerja memeriksa kualitas batu bara di area pengumpulan Dermaga Batu bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk. di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022). - Antara Foto/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi batu bara 2022 mencapai 663 juta ton.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pasokan untuk domestik market obligation (DMO) juga meningkat dari 133 juta ton menjadi 165,7 juta ton. Adapun sisa dari target tersebut yakni 497,2 juta ton akan mengisi pasar ekspor.

“Tahun 2022, kita harapkan produksi ini bisa kita tingkatkan ke angka 663 juta ton dan kemudian juga konsumsi domestik kita perkirakan bisa meningkat hingga 165,7 juta ton,” katanya saat konferensi pers, Rabu (12/1/2022). 

Sementara itu, target produksi batu bara 2021 tidak mencapai target yang diharapkan pemerintah. Catatan Kementerian ESDM mencatat realisasi produksi komoditas tersebut hanya berada di 614 juta ton atau sekitar 98,24 persen dari target. 

Lebih lanjut, pemerintah membukukan realisasi pembangunan 21 smelter hingga akhir 2021. Angka ini ditargetkan meningkat hingga 7 smelter pada 2022. 

Sepanjang tahun lalu, setidaknya lima proyek telah mulai produksi atau menyelesaikan tahap akhir pembangunan. Dua perusahaan yang telah beroperasi adalah PT Cahaya Modern Metal Industri di Banten, serta PT Halmahaera Persada Legend di Maluku Utara. 

Sementara itu, tiga perusahaan lainnya masih menyelesaikan tahap konstruksi. PT Smelter Nikel Indonesia di Banten telah menyelesaikan progres 98,7 persen. Perusahaan ini ditargetkan beroperasi pada kuartal I/2022. 

Kemudian smelter PT Kapuas Prima Citra di Kalimantan Tengah sudah selesai konstruksi 99,87 persen. Rencananya perusahaan ini akan beroperasi pada akhir Januari 2022. Terakhir, smelter PT Antam, Tbk hanya tinggal melakukan lelang pembangkit listrik. 

Dengan target penambahan tujuh smelter tahun ini, Pemerintah membidik 28 smelter selesai berdiri dan berproduksi pada 2022. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi batu bara kementerian esdm
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top