Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Migas Akhir 2021 Rendah Bikin Target Lifting Tahun Ini Lebih Menantang

Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut kinerja produksi sektor hulu migas pada tahun ini masih cukup menantang. Rendahnya capaian pada pengujung tahun lalu membuat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada tahun ini lebih banyak.
Ilustrasi./Istimewa
Ilustrasi./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut kinerja produksi sektor hulu migas pada tahun ini masih cukup menantang. Rendahnya capaian pada pengujung tahun lalu membuat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada tahun ini lebih banyak.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan, pihaknya telah menyiapkan program fill the gap (FTG) untuk mengejar rendahnya capaian pada akhir tahun lalu. Program tersebut akan dikerjakan melalui penambahan pengeboran sumur, debottlenecking, dan percepatan pada proyek-proyek hulu migas.

“2022 masih sangat challenging, tetap harus kerja keras kejar target,” katanya kepada Bisnis, Selasa (11/1/2022).

Pemerintah sendiri telah menetapkan target produksi siap jual atau lifting di 2022 sebesar 703.000 barel minyak per hari (bopd) dan 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) gas bumi.

Akhir tahun lalu, lifting minyak bumi ditutup pada kisaran 660.000 bopd, sehingga membuat permulaan tahun ini terpaut jauh dari target.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan, pihaknya masih optimistis bisa mengejar target tahun ini melalui upaya-upaya yang di luar kebiasaan sebelumnya. Menurutnya, diperlukan usaha ekstra untuk bisa menambal ketertinggalan pada tahun lalu.

Dia juga mengatakan bahwa SKK Migas telah mendapatkan minat dari beberapa investor terkait migas non-konvensional (MNK). Minat terhadap chemical enhanced oil recovery (EOR) pun sudah mulai meningkat.

Selain itu, keberadaan One Door Service Policy (ODSP) membuat SKK Migas dapat lebih proaktif dalam menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), utamanya terkait masalah perizinan.

“Masalah komersialisasi juga harus dibenahi, jangan sampai ada proyek yang tidak dapat jalan karena monetisasi. Kita harus cari jalan keluar, sehingga investasi dapat lebih marak dan proyek dapat berjalan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), produksi minyak per 9 Januari 2022 berada pada kisaran 638.855 bopd, sedangkan produksi gas bumi sebesar 6.674 MMscfd.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper