Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Kontraktor Migas Besar Tak Capai Target Lifting

Hingga kuartal III/2021 masih banyak kontraktor hulu minyak dan gas bumi (migas) tidak mencapai target yang telah ditetapkan untuk produksi siap jual atau lifting. Dari total 15 kontraktor besar, hanya enam yang berhasil melampaui target.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  05:59 WIB
Ilustrasi. - Istimewa
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Hingga kuartal III/2021 masih banyak kontraktor hulu minyak dan gas bumi (migas) tidak mencapai target yang telah ditetapkan untuk produksi siap jual atau lifting. Dari total 15 kontraktor besar, hanya enam yang berhasil melampaui target.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, kontraktor yang berhasil melampaui target per kuartal III/2021 adalah Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebesar 25.119 barel minyak per hari (BOPD) atau 114,5 persen, dan Medco E&P Natuna 14.509 BOPD (138,2 persen).

Kemudian Pertamina Hulu Sanga-Sanga 12.129 BOPD (101,9 persen), ConocoPhillips (Grissik) LTD 7.014 BOPD (104,8 persen), JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi LTD 6.730 BOPD (103,9 persen), dan Husky-CNOOC Madura LTD 6.564 BOPD (109,4 persen).

Sementara itu, kontraktor yang masih mencatatkan kinerja di bawah target, yakni Mobil Cepu Ltd., Pertamina Hulu Rokan, Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd., Pertamina Hulu Energi Oses, Petrochina International Jabung Ltd., Pertamina Hulu Kalimantan Timur, BOB Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, Petronas Carigali (Ketapang) Ltd.

Untuk capaian lifting gas, kontraktor yang mencatatkan capaian lifting melebihi target APBN antara lain ConocoPhillips (Grissik) LTD 831 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 106,5 persen, PHM 489 MMSCFD (119,2 persen), dan ENI Muara Bakau BV 325 MMSCFD (111,7 persen).

Kemudian JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi LTD 283 MMSCFD (101,7 persen), Premier Oil Indonesia 197 MMSCFD (109,2 persen), Medco E&P Natuna 133 MMSCFD (111,2 persen), Husky-CNOOC Madura LTD 100 MMSCFD (100,3 persen), serta Pertamina Hulu Energi ONWJ LTD 68 MMSCFD (109,5 persen).

Kontraktor yang tidak mencapai target lifting gas, di antaranya adalah BP Berau Ltd., Pertamina EP, Petrochina International Jabung Ltd., Eni East Sepinggan Ltd., Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, Pearl Oil (Sebuku) Ltd.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa dampak Covid-19 masih sangat mengganggu operasional hulu migas. Namun, SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terus melakukan upaya agar kinerja hulu migas tetap optimal.

Upaya yang dilakukan tersebut telah berhasil mengoptimalkan capaian lifting migas yang sebesar 96 persen, meskipun ada beberapa proyek utama yang penyelesaiannya mundur dari target.

Kondisi beberapa pekerja yang terpapar Covid-19 membuat proyek hulu migas mengalami outbreak, sehingga timeline pekerjaannya menjadi meleset.

“Seperti yang terjadi pada Proyek Tangguh Train 3 dan Jambaran Tiung Biru (JTB) yang karena terjadi outbreak bertubi-tubi menyebabkan jadwal onstream meleset, sehingga berdampak pada capaian lifting di 2021,” ujar Julius seperti dikutip dalam keterangan resminya, Senin (25/10/2021).

Julius menambahkan, kinerja gemilang KKKS yang melampaui target APBN 2021 menunjukkan, kemampuan KKKS dalam menjaga operasional proyek yang dikerjakannya, meskipun ada keterlambatan penambahan produksi minyak dan gas dari proyek hulu migas.

SKK Migas sendiri memberikan apresiasi terhadap kinerja KKKS yang melampaui target APBN 2021, dan mendorong KKKS yang belum mencapai target untuk meningkatkan kinerjanya di sisa tahun ini, sekaligus menjadi level entry yang optimal saat memasuki tahun 2022, mengingat target APBN 2022 sudah dipatok tinggi.

“Tidak ada kata menyerah, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa merealisasikannya, sekaligus menjadi pondasi untuk upaya peningkatan produksi migas nasional secara berkelanjutan mencapai target 2030, yaitu produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas kkks lifting migas
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top