Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditinggal Perusahaan Besar, Target Produksi Migas Andalkan ke Pertamina

Besarnya kebutuhan investasi untuk mencapai target peningkatan produksi minyak dan gas bumi membutuhkan peranan perusahaan berskala besar.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  19:07 WIB
Ilustrasi. - Istimewa
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Besarnya kebutuhan investasi untuk mencapai target peningkatan produksi minyak dan gas bumi membutuhkan peranan perusahaan berskala besar.

Dengan berkurangnya partisipasi perusahaan raksasa di dalam negeri, maka PT Pertamina (Persero) dipastikan akan berperan cukup besar.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan bahwa untuk mencapai target peningkatan produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas bumi 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) akan menjadi lebih berat apabila hanya mengandalkan Pertamina.

Menurut dia, pencapaian target itu akan menjadi lebih berat apabila seluruhnya dibebankan ke Pertamina. Di samping itu, distribusi risiko akan lebih baik jika ada pelaku lain yang juga berpartisipasi.

“Karena itu, tanpa mengurangi peran Pertamina, penting kiranya jika pemerintah juga dapat kembali mengundang KKKS [kontraktor kontrak kerja sama] hulu migas utama yang sebelumnya sudah beroperasi di Indonesia utamanya,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (13/12/2021).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menjelaskan bahwa industri hulu migas erat kaitannya dengan risiko bisnis yang tinggi.

Moshe berpendapat hanya perusahaan migas besar yang memiliki kemampuan untuk mengambil risiko besar dengan harapan mendapatkan keuntungan yang sepadan.

“Untuk investor kelas menengah yang sekarang lebih berperan, pemerintah harus bisa mengurangi risiko eksplorasi kalau mau ditawarkan lapangan baru. Pemerintah juga harus investasi untuk menambah data lapangan, membantu mengurangi ketidakpastian, dan risiko sebuah lapangan,” katanya kepada Bisnis, Senin (13/12/2021).

Di lain pihak, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan bahwa kendati saat ini perusahaan besar sudah keluar dari Indonesia, masih terdapat sejumlah perusahaan migas yang masih bertahan untuk bisa mencapai target tersebut.

Dia menilai, Pertamina yang saat ini menguasai lifting migas nasional menjadi tumpuan dalam mencapai target tersebut, tetapi tidak mengecilkan arti dari KKKS lain.

“Untuk mencapai target tersebut tidak bisa hanya SKK Migas, Kementerian ESDM, dan Pertamina saja yang berjuang. Harus dibantu oleh kementerian dan lembaga lain dalam mencapai target tersebut,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (13/12/2021).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina produksi migas
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top