Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom CORE Ramal Kinerja Ekspor Tahun Depan Mulai Melandai, Ini Sebabnya

Pada Oktober 2021, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$22,03 miliar atau tumbuh 6,89 persen secara bulanan dan 53,5 persen secara tahunan.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 05 Desember 2021  |  15:45 WIB
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja ekspor Indonesia pada 2022 diperkirakan melandai dari capaian pada 2021. Hal itu disampaikan oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah pada webinar, Jumat (3/12/2021).

Menurut Piter, kinerja ekspor yang tinggi pada tahun ini didorong oleh lonjakan harga komoditas. Hal tersebut mendorong neraca dagang kerap mencetak surplus. Akan tetapi, tren ekspor yang tinggi itu diperkirakan mulai menurun pada tahun depan.

"Kita masih meyakini kenaikan harga komoditas akan tetap bertahan pada 2022, walaupun tidak akan memecahkan rekor lagi. [Ekspor yang tinggi] akan tetap bertahan di level yang tinggi, namun melandai," jelas Piter.

Pada Oktober 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$22,03 miliar atau tumbuh 6,89 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 53,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Hal itu mendorong surplus pada periode tersebut sebesar US$5,73 miliar, rekor baru setelah posisi rekor surplus Agustus 2021 sebesar US$4,74 miliar. Surplus jumbo pada Oktober merupakan yang ke-18 kalinya sejak pertengahan 2020.

Piter memperkirakan tren tersebut akan mulai melandai tahun depan. Kendati demikian, ekspor yang tinggi akan masih mendukung proses pemulihan ekonomi Indonesia tahun depan.

"Kita masih mengharapkan faktor ekspor masih akan membantu proses pemulihan ekonomi kita pada tahun 2022," jelasnya.

Dengan kinerja konsumsi masyarakat dan investasi yang diperkirakan semai pulih, serta kebijakan yang suportif dan akomodatif dari Bank Indonesia (BI), Piter memperkirakan pemulihan ekonomi 2022 akan berjalan dengan baik.

"Bahkan saya menyebut tahun 2022 itu adalah momentum untuk kita melakukan perbaikan ekonomi secara menyeluruh," tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor harga komoditas pemulihan ekonomi Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top