Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Sepatu dari Indonesia Bersaing? Aprisindo: Ada Big Player Siap Relokasi Masuk

Indonesia tengah diincar oleh sejumlah produsen sepatu global karena memiliki market yang luas dan mampu memproduksi dengan harga bersaing untuk kategori yang sama.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 05 Desember 2021  |  20:41 WIB
Kegiatan di salah satu pabrik sepatu di Tangerang, Banten./Antara - Akbar Nugroho Gumay
Kegiatan di salah satu pabrik sepatu di Tangerang, Banten./Antara - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Harga sepatu dari Indonesia diyakini masih mampu bersaing di level dunia sehingga banyak investor yang tertarik memindahkan basis produksinya ke dalam negeri.  

Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie mengatakan kinerja ekspor sampai saat ini masih bertumbuh. Demikian juga untuk pasar dalam negeri. Produsen sepatu pria, wanita hingga anak-anak juga tengah menikmati momentum pemulihan dengan pelonggaran aktivitas masyarakat dan dimulainya kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Firman meyakini kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru tidak akan banyak berpengaruh pada kinerja produksi, sepanjang aktivitas ekonomi masih beroperasi penuh.

"Kalau hanya membatasi pergerakan selama libur akhir tahun, saya kira tidak terlalu berdampak sepanjanga aktivitas ekonominya masih jalan," ujar kepada Bisnis, Minggu (5/12/2021).

Dia menyebutkan tantangan dalam industri alas kaki saat ini terutama kendala pasokan bahan baku. Penyebabnya, krisis energi di China yang menyebabkan produksi bahan baku menurun. Saat yang sama  terjadi kemacetan produksi di Vietnam.

"Sampai saat ini masih bagus untuk ekspor. Kalau bahan baku kami kan banyaknya dari China dan Vietnam. Ada gangguan bahan baku tapi tidak terkait omicron." 

Firman melanjutkan, krisis energi di China dan lockdown Vietnam memicu tumpukan pesanan bahan baku, dampaknya industri di Indonesia juga mengalami penundaan penerimaan bahan baku.

Dia meyakini mometum pertumbuhan dapat berlanjut pada tahun depan. Industri sepatu nasional sendiri telah kedatangan beberapa pemain baru di industri. Saat yang sama pelaku eksisting menambah kapasitas produksi termasuk memperluas pabrikan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Aprisindo Budiarto Tjandra mengatakan sejumlah pemain besar alas kaki dunia tengah melirik Indonesia sebagai tujuan relokasi pabrik.

Hal itu sebagai dampak lockdown ketat yang diberlakukan pemerintah Vietnam beberapa waktu lalu, yang menyebabkan pabrik alas kaki negara itu menutup operasi.

"Kelihatan produsen-produsen mulai melirik Indonesia, sedang cari tanah, mau bangun pabrik. Ada big player sedang mau relokasi bisnisnya ke Indonesia," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepatu industri sepatu
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top