Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Kecelakaan di Jalan Tol, BPJT Gunakan Teknologi Ini

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memasang sejumlah teknologi untuk mengantisipasi kecelakaan di sejumlah jalan tol. Harapannya, teknologi tersebut bisa menekan risiko akibat kecelakaan yang terjadi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 03 Desember 2021  |  18:19 WIB
Jalan tol A.P. Pettarani Makasssar. Tol yang menjadi bagian dari Tol Ujung Pandang Seksi 3 sepanjang 4,3 kilometer ini telah diresmikan pada Kamis (18/3/2021) oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, dan Walikota Makassar Ramdhan Pomanto. - Istimewa
Jalan tol A.P. Pettarani Makasssar. Tol yang menjadi bagian dari Tol Ujung Pandang Seksi 3 sepanjang 4,3 kilometer ini telah diresmikan pada Kamis (18/3/2021) oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, dan Walikota Makassar Ramdhan Pomanto. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memasang sejumlah teknologi untuk mengantisipasi kecelakaan di sejumlah jalan tol. Harapannya, teknologi tersebut bisa menekan risiko akibat kecelakaan yang terjadi.

Danang Parikesit, Kepala BPJT, mengatakan bahwa salah satu teknologi yang dipasang untuk menekan kecelakaan di jalan tol adalah speed gun mendeteksi kendaraan yang melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.

“Biasanya alat ini digunakan pada saat operasi penertiban kendaraan dengan kecepatan berlebih, dan kapasitas beban yang lebih atau dikenal sebagai ODOL yang terus digelar secara rutin oleh BUJT [Badan Usaha Jalan Tol], bersama pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Selain itu, BPJT juga menggunakan teknologi crash cushion di sejumlah jalan tol untuk mengantisipasi kendaraan yang melebihi batas kecepatan. Crash cushion diyakini dapat menekan risiko kecelakaan saat kendaraan menabrak pembatas jalan.

“[Crush cushion] dipasang di Tol Solo–Ngawi, Tol Semarang–Solo, Tol Batang–Semarang, Tol A.P. Pettarani, Tol Cengkareng–Kunciran, Tol Serang–Panimbang, dan Tol Jakarta–Cikampek,” tuturnya.

Selain itu, ada juga teknologi singing road di Tol Ngawi–Kertosono, dan sejumlah lampu strobo di titik rawan kecelakaan, serta wire rope dan rumble dot di Tol Cipali.

Terkait penentuan pagar pembatas beton pada sisi jalan, kata Danang, infrastruktur tersebut telah dipasang dengan mempertimbangkan risiko fatalitas ketika terjadi kecelakaan.

Menurutnya, beberapa jenis pagar pengaman memiliki kriteria defleksi/lentur yang berbeda, dan digunakan sesuai dengan peruntukannya.

“Penempatan concrete barrier [beton] pada umumnya ditempatkan pada lokasi-lokasi yang dianggap berbahaya, seperti jembatan ataupun untuk median/pemisah jalur yang jaraknya berdekatan, sehingga dapat memperkecil risiko kendaraan menyeberang ke jalur berlawanan. Hal ini juga menjaga agar kendaraan terhindar dari fatalitas kecelakaan, dan tetap nyaman dalam berkendara,” katanya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bpjt
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top