Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LRT Jabodebek Lakukan Tes Beban Sebelum Kecelakaan, Apa Itu?

Salah satu agenda kunci di prasarana LRT Jabodebek yaitu uji beban dinamis dan statis untuk JORR atau bentang terpanjang di dunia tersebut.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 09 November 2021  |  15:33 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjajal kereta LRT Jabodebek pada Rabu 9 Juni 2021 / Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjajal kereta LRT Jabodebek pada Rabu 9 Juni 2021 / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA – Kereta LRT Jabodebek mengalami tabrakan saat uji coba pada Senin (25/10/2021) di kawasan Jakarta Timur. Sebelum kecelakaan, pada 16-17 Oktober 2021, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. telah melakukan tes beban pada infrastruktur prasarana LRT tersebut.

Kepala Sub Divisi Sipil Satker LRT Jabodebek Dhani Syafitri mengatakan uji coba pelepasan beban tersebut dilakukan pada bentang panjang yang terletak di atas jalan Tol Jakarta, yakni Jakarta Outer Ring Road atau JORR.

"Uji ini wajib dan penting untuk memastikan jembatan panjang tersebut layak secara fungsi sehingga dapat menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat luas yang menggunakan LRT Jabodebek nantinya," katanya dikutip dari tayangan Youtube Satuan Kerja LRT Jabodebek, Selasa (9/11/2021).

Dia menyebut salah satu agenda kunci di prasarana LRT Jabodebek yaitu uji beban dinamis dan statis untuk JORR atau bentang terpanjang di dunia tersebut. Tes beban ini dilakukan oleh tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR.

Sebelum melaksanakan uji tersebut, dia mengaku telah mendapatkan sertifikat layak desain dari KKJTJ untuk 10 bentang panjang yang ada di sepanjang jalur LRT. 

"Saat ini uji yang kita lakukan yaitu di Longspan JORR yang terletak di lintas pelayanan satu yaitu Cawang-Harjamukti. Metode pengujian yang kita lakukan yaitu menggunakan dua trainset LRT yang dibebankan menggunakan 75 persen AW4 atau beban dengan crush load berpenumpang sekitar 216 ton per masing-masing trainset. Untuk beban sendiri menggunakan media pasir yang disusun dalam rangkaian kereta," terang Dhani.

Lebih lanjut dia memerinci pada pengujian statis, kereta diposisikan berhenti pada tengah bentang menggunakan beberapa skenario peletakan beban yang menyesuaikan posisi momen positif dan negatif dari span tersebut. 

Sementara pengujian dinamis dilaksanakan dengan kereta melintas pada tengah bentang dengan beberapa kecepatan yang telah ditentukan dan dengan atau tanpa pengereman.

Sebagai informasi, usai kecelakaan, enam kereta LRT Jabodebek yang mengalami kerusakan cukup parah dibawa ke PT Industri Kereta Api (Inka) di Madiun. Enam kereta LRT itu tiba di Madiun pada Kamis (4/11/2021) malam.

Kereta ini merupakan bagian dari train set LRT Jabodebek nomor 29 dan 20 yang mengalami kecelakaan di ruas Cibubur-TMII, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). 

Senior Manager PKBL, CSR & Stajeholder Relationship INKA Bambang Ramadhiarto mengatakan dari hasil investigasi internal, sementara ini ditemukan dugaan adanya human error.

Bambang menyebutkan, pada saat pengujian, seluruh fungsi sarana LRT Trainset No. 29 di lintasan LRT dekat Harjamukti Cibubur dalam kondisi baik. Operator yang melakukan uji gerak (dinamis) LRT diduga tidak segera menjalankan fungsi pengereman ketika menata Trainset No. 29 menuju posisi stabling/parkir.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya LRT
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top