Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Insentif, Pengembang Optimistis Sektor Properti Bisa Tumbuh di 2022

Real Estat Indonesia (REI) memproyeksikan industri properti akan tetap tumbuh di 2022 seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan sentimen positif dari keberhasilan pemerintah dalam melakukan vaksinasi Covid-19.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  06:13 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan. - Istimewa
Ilustrasi pembangunan perumahan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Real Estat Indonesia (REI) memproyeksikan industri properti akan tetap tumbuh di 2022 seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan sentimen positif dari keberhasilan pemerintah dalam melakukan vaksinasi Covid-19.

Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP REI, mengatakan bahwa saat ini ada beberapa kombinasi insentif yang diberikan pemerintah untuk memerangi dampak negatif Covid-19 terhadap perekonomian yang terbukti mampu menciptakan lingkungan ramah bisnis.

Pemberlakuan Undang-Undang (UU) Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja, dan restrukturisasi utang sebagai countercyclical policy oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membantu pelaku usaha menghadapi masalah keuangan akibat pandemi.

Dia menjelaskan, penurunan suku bunga acuan ke rekor terendah dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi, penerapan relaksasi PPN 100 persen untuk properti dengan harga kurang dari Rp2 miliar rupiah, dan 50 persen untuk properti dengan harga di bawah Rp5 miliar, akan sangat membantu sektor properti tumbuh di tahun depan.

“Terbukti dari angka penjualan yang meningkat, kebijakan pemerintah tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan dan minat beli masyarakat,” katanya dalam Webinar Banking & Property Outlook 2022: Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Rabu (27/10/2021).

GM Corporate Marketing PT Graha Buana Cikarang (Jababeka Residence) Eric Limansantoso mengatakan bahwa industri properti adalah industri yang bisa beradaptasi, termasuk dalam situasi Covid-19 seperti saat ini. Karena itu, pihaknya optimistis industri properti bisa reborn di 2022.

“Apapun yang terjadi dengan Covid-19 atau yang lain, kami pengembang bersama asosiasi, perbankan, dan pemerintah tetap harus bergerak. Kami yakin bahwa kami ini adalah industri yang akan terus beradaptasi, dan kami akan bisa menemukan jalan keluar,” ujarnya.

Sementara itu, Project Director LRT City Sentul Nanang Safrudin Salim menyoroti prospek hunian berkonsep transit oriented development (TOD) di 2022 yang masih akan mengungguli penjualan, khususnya dari kaum milenial dan urban.

“Kelebihan konsep hunian TOD ini adalah semuanya serba mudah dan praktis, karena TOD connecting life, menghubungkan kehidupan. Di LRT City ada lima prinsip TOD yang digunakan dalam mengembangkan sebuah kawasan di LRT City, yakni walkable, mixed use, density, connect and shift, serta transit,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti bisnis properti rei
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top