Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Primaduta Award 2021: Sariraya, Importir Pelopor Bisnis Makanan Halal di Jepang

Usaha Sariraya semakin berkembang dengan dibukanya toko retail produk makanan halal di Jepang yaitu Kombini Halal Plus dan Halal Mart Plus pada 2020.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  17:00 WIB
Foto: Food Truck HFC Japan
Foto: Food Truck HFC Japan

Bisnis.com, JAKARTA - Didirikan sejak Februari 2005, Sariraya Co. Ltd merupakan perusahaan Indonesia yang menjadi pelopor bisnis makanan halal di Jepang.

Teguh Wahyudi, yang kala itu merupakan mahasiswa asal Indonesia di Jepang, menjadi sosok di balik pendirian Sariraya yang mengawali usahanya dengan produksi makanan halal seperti produksi tempe, bakso sapi halal, dan sambal pecel.

Pada 2013, Sariraya memperluas bidang bisnisnya dengan mengimpor produk-produk halal dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Dari sisi pemasaran, usaha Sariraya semakin berkembang dengan dibukanya toko retail produk makanan halal di Jepang yaitu Kombini Halal Plus dan Halal Mart Plus pada 2020.

Tidak hanya menjual produk makanan halal, Halal Mart Plus juga menyediakan makanan siap santap dan Halal Fried Chicken. Toko retail tersebut saat ini menjadi satu-satunya bisnis franchise milik perusahaan Indonesia di Jepang  dengan jaringan hingga enam outlet.

“Ke depan, ditargetkan ada 100 outlet Halal Mart Plus yang akan mewarnai pasar retail di Jepang,” ungkap Teguh Wahyudi, President Director Sariraya.

Sebagai gambaran, nilai pembelian Sariraya dari Indonesia pada 2019, tercatat sebesar Rp1,53 miliar dan meningkat 66,6% pada 2020 menjadi Rp2,55 miliar. Pangsa pembelian Sariraya terhadap total ekspor Indonesia ke Jepang menunjukkan peningkatan sebesar 12,7%.

Pemberdayaan UMKM Indonesia

Sariraya turut mendukung perluasan pemasaran produk Indonesia di Jepang terutama produk olahan ayam halal dan produk dari UMKM Indonesia. Saat ini, Sariraya telah memiliki gudang untuk penjualan secara online yang berlokasi di Kota Nishio, Prefektur Aichi, Jepang yang menyediakan lebih dari 600 produk yang siap dipasarkan.

Perusahaan ini pun membuka kerja sama dengan pihak mana pun, terutama kaum millenial yang ingin menjadi mitra atau reseller produk-produk halal secara online dengan memanfaatkan gawai (gadget) untuk memasarkan produk halal ke seluruh Jepang.

Saat ini Sariraya juga bersinergi dengan Indonesia Japan Bisnis Network (IJB Net) membentuk konsolidator dan aggregator untuk mempermudah produk-produk Indonesia masuk pasar Jepang sehingga akan semakin banyak produk-produk Indonesia terutama dari UMKM yang dapat dipasarkan di Jepang.

Foto: Warehouse Sariraya

Pasalnya, produk makanan dan minuman dari UKM Indonesia dihadapkan pada tantangan terkait konsistensi kualitas dan terbatasnya produsen hasil pertanian yang layak ekspor dari Indonesia. Selain itu, jelas Teguh Wahyudi, produk Indonesia juga terkadang relatif masih lebih mahal dibandingkan produk negara tetangga.

“Namun kami tetap berjuang untuk tetap memasarkan produk Indonesia dengan melakukan pengembangan produk bersama-sama produsen atau supplier agar kualitas produk tetap terjaga dan dengan harga yang bersaing tentunya,” ungkap Teguh Wahyudi.

Untuk mengatasi kendala itu, Sariraya bersama Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka serta Kementerian Perdagangan melakukan Export Coaching bagi para UKM baik secara offline maupun online, agar UKM Indonesia mempunyai pemahaman yang jelas mengenai peluang pasar dan persyaratan masuk pasar Jepang.

“Salah satu yang rutin kami lakukan adalah Export Coaching pada saat Trade Expo Indonesia.”

Di samping itu, untuk mendorong pemasaran di Pasar Jepang, Sariraya juga membina para diaspora agar mempunyai jiwa wirausaha sehingga ke depannya mereka akan menjadi distributor atau reseller produk produk Indonesia di Pasar Jepang. Menurutnya, sinergi positif antara diaspora Indonesia di Jepang, pemerintah, dan para pelaku industri halal akan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor produk-produk halal UMKM Indonesia ke Jepang.

“Direncanakan tahun depan akan dibuat halal distribution center di Aichi Prefecture untuk meningkatkan pemasaran dan promosi produk halal Indonesia di Jepang,” pungkas Teguh Wahyudi.

Dengan loyalitas yang ditunjukkannya, Sariraya tercatat sebagai salah satu penerima Penghargaan Primaduta (Primaduta Award) tahun 2021. Penghargaan Primaduta merupakan salah satu wujud apresiasi Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) kepada para pembeli mancanegara atas dukungan dan loyalitasnya, secara berkesinambungan membeli produk Indonesia, dan memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan ekspor nasional. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan setiap tahun.

Primaduta Award tahun 2021 memasuki tahun penyelenggaraan yang ketujuh sejak pertama kali dilaksanakan pada 2014. Pada 2020, kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena terkendala pandemi Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor impor djpen kemendag Primaduta Award
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top