Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Tidak Tergerak dengan Terpilihnya Fumio Khisida

PM Kishida akan dihadapkan dengan tugas pertama yakni menyusun paket stimulus yang tidak mengecewakan investor.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 September 2021  |  14:30 WIB
Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida  - REUTERS/Baek Seung/ryol/Yonhap
Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida - REUTERS/Baek Seung/ryol/Yonhap

Bisnis.com, JAKARTA - Terpilihnya Fumio Kishida sebagai Perdana Menteri Jepang yang ke-100 dilihat investor sebagai pilihan yang stabil, tetapi kemungkinan tidak akan menggerakkan pasar terlalu signifikan.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (29/9/2021), pada awal persaingan, investor luar negeri dan peritel tertarik dengan keunggulan Menteri Vaksinasi Covid-19 Jepang Taro Kono lantaran bahasa Inggrisnya yang lancar, cenderung reformis, dan sering menggunakan media sosial.

"Kishida kemungkinan akan menghasilkan pergerakan pasar ekuitas terlemah, terutama karena pandangan reformisnya tampak agak lemah dan pendiriannya pada disiplin fiskal yang berhati-hati," tulis ekonom Goldman Sachs Group Inc. Naohiko Baba dalam sebuah laporan,

Pasar saham bereaksi pada kemenangan Kishida diredam pada pembukaan perdagangan Indeks Topix yang hanya bergerak sedikit pada Kamis pukul 9.20 waktu setempat.

Kishida akan dihadapkan dengan tugas pertama yakni menyusun paket stimulus yang tidak mengecewakan investor. Dalam pidato kemenangannya pada Rabu dia kembali mengatakan bahwa dirinya akan sigap dalam menyusun strategi pemulihan ekonomi dengan paket senilai triliunan yen sebelum akhir 2021.

Kishida juga mendukung industri perjalanan yang kemungkinan akan membuat investor ekuitas untuk meninjau kembali operator perjalanan dan juga maskapai seiring dengan pencabutan status darurat pada akhir pekan ini.

Adapun dalam jangka panjang, Kishida perlu memberi sinyal kapan Jepang akan mengubah fokusnya untuk menyeimbangkan anggaran. Sebelumnya, Kisihda cenderung keras terhadap kebijakan utang, bahkan mendorong gagasan kenaikan pajak penjualan. Namun, dia mengatakan hal itu tidak akan terjadi pada dekade ini.

Meskipun investor tidak terlalu bergairah dengan keberlanjutan administrasi, stabilitas menjadi sesuatu yang baik bagi Jepang saat ini. Saham Jepang tertinggal dari pasar lain pada sebagian besar tahun ini di tengah kekhawatiran bahwa tidak populernya perdana menteri Yoshihide Suga yang akan keluar dapat menyebabkan LDP kehilangan kursi dalam pemilihan umum musim gugur ini.

Untuk itu, ahli strategi Nikko Asset Management Co., John Vail mengatakan Kishida harus memastikan kemenangan LDP.

"[Kemenangan ini] harus mengarah pada harapan umur panjang kabinet, di mana konsumen, perusahaan, dan investor harus melihatnya secara positif," tulis Vail dalam sebuah catatan pada Rabu.

Dilansir dari Channel News Asia, analis juga memprediksi adanya perubahan kebijakan longgar dari Bank of Japan mengingat komentar Kishida baru-baru ini yang menekankan perlunya menopang pertumbuhan dengan stimulus moneter yang besar.

Namun, dalam jangka panjang, Kishida dapat membawa perubahan terutama jika dia mendapatkan mandat yang kuat dengan memenangkan pemilihan majelis rendah tahun ini dan pemilihan majelis tinggi tahun depan.

Kishida juga telah menjauhkan diri dari Abenomics dengan lebih memilih fokus pada distribusi kekayaan untuk rumah tangga.

Seperti diketahui, di bawah strategi Abenomics yang merujuk pada strategi PM Shinzo Abe pada 2013 adalah untuk mendorong pertumbuhan dan inflasi dengan campuran kebijakan fiskal dan moneter yang ekspansif. Hal tersebut diikuti dengan harga saham dan laba perusahaan melonjak. Namun, kekayaan rumah tangga menyusut karena perusahaan enggan menaikkan upah.

"Kita tidak dapat mencapai pertumbuhan yang kuat jika kekayaan terkonsentrasi di tangan sekelompok kecil orang," kata Kishida pada konferensi pers.

"Kita perlu mempersempit kesenjangan pendapatan antara perusahaan besar dan kecil, rumah tangga berpenghasilan tinggi dan menengah ke bawah, serta kota-kota besar dan wilayah regional,” tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang perdana menteri
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top