Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggaran Susut, Program Padat Karya Tunai PUPR 2022 Tergerus

Basuki memperkirakan pandemi Covid-19 masih akan berlanjut pada 2022. Dengan kata lain, refocusing untuk penanganan Covid-19 berpotensi dilakukan lagi pada tahun depan.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 26 Agustus 2021  |  17:05 WIB
Anggaran Susut, Program Padat Karya Tunai PUPR 2022 Tergerus
Presiden Jokowi meninjau proyek padat karya di Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). - Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev

Bisnis.com, JAKARTA - Penurunan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggerus anggaran program Padat Karya Tunai (PKT) pada 2022.

Meskipun demikian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan menjaga program PKT PUPR 2022 dari refocusing anggaran. Adapun, anggaran PKT PUPR tahun depan turun 41,3 persen secara tahunan menjadi Rp13,64 triliun, sedangkan target serapan tenaga kerja susut sekitar 45,93 persen menjadi sekitar 665.000 orang.

"Saya kira untuk PT 2022-2023 aan tetap kami amankan dari refocusing, sehingga program di Dapil bisa kami laksanakan dengan baik," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Kamis (26/8/2021).

Basuki memperkirakan pandemi Covid-19 masih akan berlanjut pada 2022. Dengan kata lain, refocusing untuk penanganan Covid-19 berpotensi dilakukan lagi pada tahun depan.

Seperti diketahui, pagu anggaran awal Kementerian PUPR pada 2021 mencapai Rp149,81 triliun. Akan tetapi, angka tersebut turun menjadi Rp137,81 triliun setelah melalui refocusing sebanyak empat kali dengan nilai total Rp25,67 triliun dan penambahan anggaran sebanyak Rp13,66 triliun.

Secara rinci, program PKT PUPR 2022 akan dibagi menjadi empat bidang, yakni sumber daya air (SDA), jalan dan jembatan, perumahan, dan permukiman. Adapun, bidang dengan target terbesar adalah SDA dengan anggaran mencapai Rp4,85 triliun dan serapan tenaga kerja sebesar 335.000 orang.

Bidang PKT PUPR 2022 dengan alokasi anggaran terkecil adalah bidang permukiman, yakni senilai Rp1,84 triliun dengan serapan tenaga kerja 56.000 orang. Adapun, bidang dengan anggaran per kapita terbesar adalah bidang jalan dan jembatan, yaitu mencapai Rp65,2 juta per orang.

Alokasi anggaran PKT PUPR 2022 bidang jalan dan jembatan mencapai Rp4,5 triliun dengan target serapan tenaga kerja sekitar 69.000 orang. Sementara itu, anggaran bidang perumahan adalah Rp2,45 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 205.000 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anggaran industri padat karya Kementerian PUPR
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top