Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Balik Tambahan Insentif Nakes sampai Obat Isoman, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Pemerintah menyadari anggaran kesehatan pasti meningkat seiring dengan molanjaknya kasus Covid-19. Oleh karena itu, beberapa pos ditambahkan mulai dari insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) sampai obat untuk pasien untuk isolasi mandiri (isoman).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Juli 2021  |  18:30 WIB
Di Balik Tambahan Insentif Nakes sampai Obat Isoman, Ini Penjelasan Sri Mulyani
Sebuah kalimat penyemangat tertulis di hazmat salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah menyadari anggaran kesehatan pasti meningkat seiring dengan molanjaknya kasus Covid-19.

Oleh karena itu, beberapa pos ditambahkan mulai dari insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) sampai obat untuk pasien untuk isolasi mandiri (isoman).

Untuk perawatan pasien di rumah sakit juga tidak lepas dari itu. Berdasarkan alokasi awal, pemerintah menganggarkan Rp40 juta termasuk tagihan klaim tahun lalu.

“Kita meningkatkan alokasinya Rp25,87 triliun dengan total Rp65,9 triliun. Tentu realisasinya akan diaudit oleh BPKP [Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan] untuk rumah sakit bisa mengklaim dari perawatan pasien,” katanya pada konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa melonjaknya kasus membuat keterisian rumah sakit (RS) ikut penuh di beberapa daerah. Pemerintah mengatasinya dengan membangun RS darurat.

Ada beberapa titik RS darurat, seperti Asrama Haji Pondok Gede, Wisma Haji Surabaya, dan Wisma Haji Boyolali. Anggaran untuk RS darurat ini mencapai Rp2,75 triliun.

Pembangunan rumah sakit darurat perlu juga ditambah dengan tenaga kesehatan. Di sini, ada kenaikan Rp1,08 triliun untuk 3.000 dokter nonspesialis dan 20.000 perawat. Total anggarannya, Rp18,4 triliun.

“Dan kenaikan Covid-19 juga banyak yang melakukan isoman. Paket pengobatan mereka akan mencapai 2 juta yang dibagikan kepada mereka. Ini akan ada tambahan Rp400 miliar. Dari alokasi awal Rp770 miliar, totalnya menjadi Rp1,17 triliun,” jelas Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insentif sri mulyani anggaran kesehatan Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top