Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebagian Konstruksi Tanggul Pantura Ditarget Rampung Tahun Ini

Proyek tanggul tersebut akan dibangun di tiga pantai di kabupaten Indramayu, Jawa Barat dengan anggaran sekitar Rp133 miliar.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 23 Mei 2021  |  15:34 WIB
Dokumentasi banjir tahun lalu - Sejumlah warga melintasi banjir yang merendam jalur pantura Kertasmaya, Indramayu, Jawa Barat, Senin (16/3). (ANTARA FOTO - Dedhez Anggara)
Dokumentasi banjir tahun lalu - Sejumlah warga melintasi banjir yang merendam jalur pantura Kertasmaya, Indramayu, Jawa Barat, Senin (16/3). (ANTARA FOTO - Dedhez Anggara)

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan sebagian konstruksi Tanggul Pantai Utara (Pantura) mulai dibangun dan rampung tahun ini.

Adapun pada tahun ini, proyek tanggul tersebut akan dibangun di tiga pantai di kabupaten Indramayu, Jawa Barat dengan anggaran sekitar Rp133 miliar.

Direktur Sungai dan Pantai Kementerian PUPR Bob Arthur Lambogia mengatakan proyek Tanggul Pantura akan dibangun di Pantai Dadap, Pantai Limbangan, dan Pantai Eretan.

Secara perinci, anggaran konstruksi Tanggul Pantau Dadap mencapai Rp70 miliar, Tanggul Pantai Limbangan sekitar Rp35 miliar, dan Tanggul Pantai Eretan hingga Rp28 miliar.

"Sekarang baru mulai dikerjakan [tanggul di ketiga pantai tersebut] karena baru selesai lelang. Konstruksinya sudah on-going dan selesai tahun ini juga," katanya kepada Bisnis, Minggu (23/5/2021).

Bob menyatakan pembangunan ketiga tanggul pantai tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan banjir akibat rob.

Selain itu, Bob menyampaikan pihaknya juga akan membangun tanggul pantai di Kota Semarang. Adapun, tanggul pantai tersebut akan terintegrasi dengan Jalan Tol Semarang-Demak.

"Kami ada program pengendalian di daerah-daerah muara sungai [yang] terintegrasi dengan Tol Semarang-Demak," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan kondisi fisik tipikal Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang Pantura Jawa di Jawa Tengah memberikan tantangan tersendiri. Sebab, ada beberapa kondisi yang membuat Pantura Jawa di Jawa Tengah rentan terhadap bencana banjir dan rob.

Basuki memberikan contoh pada kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tenggang dan DAS Sringin yang memiliki kemiringan permukaan rata-rata kurang dari 3 persen. Hal tersebut dinilai berbahaya lantaran elevasi permukaan tanah setempat hanya berkisar 0 hingga 26 meter di atas permukaan laut.

Oleh karena itu, Basuki mengatakan pihaknya saat ini sedang membangun tanggul rob sepanjang 2,17 kilometer pada pantai di Jawa Tengah. Tanggul tersebut membentang dari Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), melingkari kawasan industri Terboyo hingga Kali Sringin.

Seperti diketahui, pelaksana program Pengaman Pesisir Lima Perkotaan Pantura Jawa melibatkan sejumlah kementerian/lembaga antara lain Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, Pemda, Badan Usaha (BUMN/Swasta), dengan total alokasi anggaran mencapai Rp54,9 triliun hingga 2024.

Sumber anggaran tersebut berasal dari skema APBN yakni Rp31,4 triliun, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp18,7 triliun, dan APBD sebesar Rp4,8 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pantura tanggul Banjir Pantura
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top