Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah China Tetapkan Denda pada Aplikasi Kursus Terafiliasi dengan Tencent & Alibaba

Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR) memberlakukan denda masing-masing 2,5 juta yuan (US$389.000) pada Yuanfudao, didukung oleh Tencent Holdings Ltd., dan Zuoyebang, yang telah menerima dana dari Alibaba Group Holding Ltd.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  14:50 WIB
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018). - Bloomberg/Giulia Marchi
Bendera Tencent Holdings Ltd. berkibar di luar gedung kantor pusat perusahaan tersebut di Beijing, China, Selasa (14/8/2018). - Bloomberg/Giulia Marchi

Bisnis.com, JAKARTA - China sedang memperluas kampanye teknologinya yang luas ke pendidikan online dan mengeluarkan hukuman maksimum untuk dua aplikasi bimbingan belajar yang tumbuh paling cepat di negara itu karena melanggar undang-undang persaingan dan penetapan harga.

Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR) memberlakukan denda masing-masing 2,5 juta yuan (US$389.000) pada Yuanfudao, didukung oleh Tencent Holdings Ltd., dan Zuoyebang, yang telah menerima dana dari Alibaba Group Holding Ltd.

Perusahaan tersebut dihukum karena membuat klaim yang menyesatkan tentang bisnis mereka dari memalsukan kualifikasi staf pengajar hingga memalsukan ulasan pengguna.

Yuanfudao dan Zuoyebang mengatakan mereka menerima hukuman tersebut dan akan memperbaiki masalah terkait.

Pertumbuhan pesat penyedia pendidikan swasta selama pandemi telah menarik perhatian lebih banyak terhadap sektor tersebut. Bulan lalu, regulator pasar Beijing mendenda empat penyedia pendidikan swasta termasuk GSX Techedu Inc. serta unit TAL Education Group karena pelanggaran harga.

Kementerian Pendidikan China juga mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali batasan program studi setelah sekolah untuk memastikan bahwa siswa cukup tidur.

"Denda tersebut terkait erat dengan tindakan keras baru-baru ini terhadap lembaga bimbingan belajar setelah sekolah, dengan fokus pada kegiatan ilegal mereka dan potensi menimbulkan kecemasan di masyarakat," kata Ye Le, analis China Securities yang berbasis di Shanghai, dilansir Bloomberg, Senin (10/5/2021).

Dia mengatakan tekanan regulasi akan terus meningkat selama sisa tahun ini. Ke depan, SAMR akan meningkatkan pengawasan peraturannya terhadap penyelenggara pendidikan di luar sekolah dan menindak kegiatan ilegal.

Kedua aplikasi tersebut adalah yang terbaru dari banyak perusahaan China dari raksasa seperti Alibaba dan Tencent hingga perusahaan yang lebih kecil seperti penyedia bahan makanan online Nice Tuan, yang telah berselisih dengan pengawas antimonopoli dalam beberapa bulan terakhir, karena Beijing mengendalikan sektor internetnya.

Kedua startup tersebut dikatakan mengincar penawaran umum perdana. Awal tahun ini, Yuanfudao mencari setidaknya US$1 miliar dana segar menjelang kemungkinan penawaran umum perdana pada 2022, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Bloomberg News melaporkan pada Maret lalu, Zuoyebang yang didukung SoftBank Vision Fund, Goldman Sachs Group Inc. dan Sequoia Capital China, akan merekrut mantan kepala keuangan Joyy Inc. Bing Jin untuk membantu persiapannya untuk listing.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china tencent alibaba Kursus Online

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top