Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadin Minta Investor Lokal Diutamakan dalam Penawaran Mitra SWF

Kadin menilai tidak ada salahnya apabila INA mengutamakan pengusaha dalam negeri untuk menjadi mitra dalam pengelolaan infastruktur.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  17:53 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (tengah) menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Komisi Tetap Kebijakan Strategis Infrastruktur Kamar Dagang Industri (Kadin) Mohammed Ali Berawi berharap Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Authority/INA dapat membuka peluang kerja sama dan penyertaan investor dalam negeri untuk proyek-proyek infrastruktur.

Menurutnya, INA seharusnya memberikan fleksibilitas dalam berinvestasi baik dana atau aset, keputusan investasi dapat mengikuti standar internasional, dan perlindungan atas kepailitan.

Atas dasar itu, Ali melihat tidak ada salahnya apabila INA mengutamakan pengusaha dalam negeri untuk menjadi mitra dalam pengelolaan infastruktur.

“Kalau nanti ternyata minat dan kemampuan tidak mencukupi, baru membutuhkan investasi di luar negeri. Kalau investor luar negeri masuk, yang kita butuhkan bisa memberikan nilai tambah bagi pembanguan infrastrktur maupun pengelolaan infrastruktur,” katanya melalui diskusi virtual, Rabu (31/3/2021).

Selain peluang, Ali melihat ada beberapa tantangan yang dimiliki INA. Pertama, menekan risiko pertumbuhan SWF kurang maksimal. Ini karena INA digunakan sebagai alat politik untuk kepentingan nasional atau negara lain.

Kedua, Meminimalisasi risiko kebocoran dan penyalahgunaan dana INA dengan membangun sistem pertanggungjawaban yang hati-hati dan transparan.

Terakhir, risiko kehilangan aset secara signifikan harus ditekan dengan pengambilan keputusan investasi yang matang terhadap mandat pengelolaan investasi.

“Di sini pentingnya kalau proyek itu bisa ditingkatkan mulai dari sisi perencanaan hingga pendanaan. Jika itu bisa dilakukan, maka tidak akan sulit mencari investor. Tapi kalau tidak tercapai, akan banyak intervensi dan dukungan pemerintah yang dimasukkan dalam proyek tersebut,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin SWF Indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top