Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Sasar Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,3 Persen, 4 Faktor Ini Jadi Penentu

Ada empat faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Faktor paling utama adalah penularan Covid-19.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  13:08 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono memberikan pemaparan mengenai Outlook 2020 dan Strategi Kebijakan di Jakarta, Jumat (20/12/2019). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) didampingi Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono memberikan pemaparan mengenai Outlook 2020 dan Strategi Kebijakan di Jakarta, Jumat (20/12/2019). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan bahwa pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan tumbuh dalam rentang 4,5 persen sampai 5,3 persen.

Namun, angka tersebut masih bisa berubah, mengingat kondisi perkembangan dari dalam dan luar negeri yang dinamis.

“Kita tetap perhatikan perkembangan global dan penanganan Covid-19 sendiri,” katanya melalui diskusi virtual, Selasa (30/3/2021).

Susi menjelaskan bahwa setidaknya ada empat faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Pertama, penularan Covid-19 masih eskalatif di global dan domestik. Penanganannya harus terus diintensifkan.

Kedua, program vaksinasi telah berjalan dan mengalami peningkatan. Ini menjadi faktor positif menekan penularan dan mengembalikan keyakinan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi.

Selanjutnya, program pemulihan ekonomi nasional yang difokuskan untuk melanjutkan penanganan pandemi dan memperkuat pemulihan ekonomi melalui realokasi ke belanja produktif.

“Keempat, implementasi reformasi struktural melalui Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, aturan pelaksana UU Cipta Kerja, penyusunan daftar prioritas investasi, dan pembentukan Indonesia Investment Authority mendorong peningkatan ease of doing business, penciptaan lapangan kerja, dan memperkuat investasi di 2021,” jelasnya.

Selain itu, dalam mengembalikan kondisi seperti sebelum terjadi Covid-19, pemerintah memiliki strategi penguatan sinergi kebijakan antara kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Dalam hal kesehatan, ada tiga hal yang didorong adalah manajemen pandemi. Pemerintah akan fokus pada percepatan vaksinasi, pembatasan aktivitas berskala mikro, dan penguatan tes, lacak, serta isolasi (3T).

“Sedangkan pemulihan ekonomi, mulai dilakukan percepatan pengeluaran pemerintah di triwulan I/2021, program padat karya dan pembangunan proyek strategis nasional, penguatan dukungan untuk sektor manufaktur, serta stimulasi konsumsi rumah tangga,” ucap Susi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumbuhan ekonomi pemulihan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top