Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendag Lutfi Kunjungi Washington DC, Bahas Apa Saja?

Mendag Muhammad Lutfi melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat dengan melakukan sejumlah agenda untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Maret 2021  |  15:32 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menggunakan masker saat akan menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BKPM dan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menggunakan masker saat akan menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BKPM dan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat hubungan dagang Indonesia dan AS yang dijadwalkan berlangsung pada 24–28 Maret 2021.

Lutfi mengatakan bahwa AS merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia. Begitu pula sebaliknya. Total perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai US$27,2 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$10,04 miliar.

“Hubungan kedua negara perlu terus diperkuat dan ditingkatkan sehingga potensi perdagangan dapat terus tumbuh dan investasi AS di Indonesia dapat semakin meningkat,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (27/3/2021).

Dia menyampaikan produk-produk yang menyumbang pertumbuhan positif perdagangan kedua negara antara lain elektronik, hasil laut, furnitur, perhiasan, dan produk kimia. AS juga merupakan 10 besar investor Indonesia. Nilai investasi AS ke Indonesia pada 2020 tercatat mencapai US$480,1 juta.

Lutfi melanjutkan, sejumlah pertemuan dilakukan dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja tersebut. Pertama, adalah pertemuannya dengan United States Trade Representative (USTR) yang baru dilantik, Duta Besar (Dubes) Katherine Tai secara virtual pada Kamis (25/3/2021) waktu Washington DC.

Keduanya membahas upaya memperkuat hubungan dagang Indonesia–AS dan mendorong pemulihan ekonomi kedua negara melalui perdagangan. Lutfi menyampaikan, di era kolaborasi ini dia siap bekerja sama dengan Dubes Tai untuk menumbuhkan perdagangan yang berkesinambungan, terbuka, dan adil; serta mendorong peningkatan investasi AS ke Indonesia.

“Kami membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama perdagangan, baik di tingkat bilateral, regional, hingga multilateral untuk mendorong pemulihan ekonomi kedua negara pasca-Covid-19. Kami pun sepakat akan terus meningkatkan kerja sama Indonesia–AS yang lebih erat di berbagai bidang dengan semangat dan perspektif baru,” katanya.

Lutfi juga bertemu secara virtual dengan para pengusaha yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council (USABC). Mendag Lutfi dan perwakilan USABC membahas berbagai isu perdagangan dan investasi, serta tren perdagangan global.

“Kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi Indonesia–AS ke level berikutnya,” ujarnya.

Lutfi pun turut meminta dukungan US Chamber of Commerce sebagai mitra penting dalam membangun hubungan perdagangan dan investasi kedua negara. Kemudian, dia turut bertemu dengan Chairman USABC, Alex Feldman, di mana keduanya membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Lebih lanjut, dia menjelaskan mengenai prioritasnya selaku Menteri Perdagangan RI, kondisi perekonomian Indonesia, dan potensi investasi di berbagai sektor di Indonesia.

Selain itu, Mendag Lutfi mengadakan pertemuan virtual dengan anggota dan dewan penasihat The United States-Indonesia Society (USINDO). Dia menyampaikan terdapat tantangan di masa depan dan kerja sama yang dapat dilakukan kedua negara untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca-Covid-19.

Dalam kunjungan kerjanya ke AS kali ini, Lutfi menegaskan Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat hubungan ekonomi dengan AS sebagai mitra dagang utama.

“Dengan demikian, diharapkan target nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar US$60 miliar pada 2024 dapat tercapai,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top