Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SPAM Umbulan Jadi Katalis PII Danai Proyek SPAM Lain

Pembangunan SPAM Umbulan dimulai pada 2017 dan rampung pada akhir kuartal III/2020.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  12:35 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) menyatakan selesainya proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Umbulan dapat menjadi katalis bagi perseroan untuk mendanai proyek sektor air lainnya.

Direktur Utama PT PII Wahid Sutopo mengatakan SPAM Umbulan merupakan salah satu dari 4 proyek air minum pertama yang mendapatkan pendanaan oleh negara. Adapun, 3 proyek SPAM lainnya yang mendapatkan pendanaan dari pemerintah adalah SPAM Bandar Lampung, SPAM Pekanbaru, dan SPAM Jatiluhur.

"Proyek ini merupakan salah satu proyek percontohan karena merupakan proyek air minum berskala regional daerah pertama dikembangkan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha [KPBU] dengan dukungan pemerintah oleh PT PII," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (24/3/2021).

Sutopo berpendapat partisipasi perseroan dalam pendanaan proyek infrastruktur akan meningkatkan partisipasi sektor swasta. Pasalnya, ujar Sutopo, kepastian pendanaan proyek tersebut akan meningkat signifikan.

Alhasil, Sutopo berujar pembangunan infrastruktur di dalam negeri tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah yang terbatas. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat secara langsung memperoleh manfaat dari pembangunan infrastruktur.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah memberikan dukungan pada proyek SPAM Umbulan. Salah satu dukungan yang dimaksud adalah pemberian fiscal tools berupa viability gap fund (VGF) senilai Rp818 miliar.

"Fiscal tools tersebut ke depannya diharapkan dapat terus membantu pemerintah pusat maupun daerah untuk dapat mendorong pembangunan infrastruktur melalui inovasi pembiayaan, yaitu KPBU, sehingga APBN dapat difokuskan untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi ini," ucapnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan SPAM Umbulan diutamakan untuk pemenuhan domestik agar masyarakat dapat menikmati air minum berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, Basuki berharap agar pengoperasian SPAM tersebut dapat memperbaiki kesehatan masyarakat di Jawa Timur.

"Beroperasinya SPAM Umbulan akan memberi manfaat besar bagi 1,6 juta jiwa atau [menambah] 320.000 sambungan rumah di 5 kabupaten kota, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik," katanya

Pembangunan SPAM Umbulan dimulai pada 2017 dan rampung pada akhir kuartal III/2020. Adapun, konstruksi SPAM yang menyerap investasi hingga Rp2,05 triliun tersebut dilakukan oleh PT Metha Adhya Tirta Umbulan dengan skema KPBU.

Sejauh ini, proyek SPAM Umbulan merupakan proyek air minum dengan kapasitas terbesar, yakni 4.000 liter per detik. Kapasitas sebesar itu cukup untuk melayani 310.000 sambungan pelanggan atau setara 1,30 juta jiwa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spam umbulan pt penjaminan infrastruktur indonesia
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top