Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Keramik Homogen Bikin Separuh Kapasitas Domestik Nganggur

Industri keramik merasakan dampak signifikan atas serbuan produk impor. Salah satunya untuk jenis keramik Homogeneus Tiles yang membuat kapasitas domestik mengganggur.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  15:58 WIB
Kamar Mandi. Keramik biasa terdiri dari dua lapisan, yakni glazur dan tanah liat. Adapun homogenous tile merupakan ubin yang bersifat homogen, yang mana lapisan atas dan bawah yang menyusun body tile-nya memiliki mutu material dan warna yang sama. -  Foto Granito
Kamar Mandi. Keramik biasa terdiri dari dua lapisan, yakni glazur dan tanah liat. Adapun homogenous tile merupakan ubin yang bersifat homogen, yang mana lapisan atas dan bawah yang menyusun body tile-nya memiliki mutu material dan warna yang sama. - Foto Granito

Bisnis.com, JAKARTA — Industri keramik merasakan dampak signifikan atas serbuan produk impor. Salah satunya untuk jenis homogeneus tiles yang membuat kapasitas domestik mengganggur.

Berbeda dengan keramik biasa yang terdiri dari dua lapisan yakni glazur dan tanah liat, homogenous tile merupakan ubin yang memiliki lapisan atas dan bawah penyusun bodi dengan mutu material dan warna yang sama.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan idle capacity yang dirasakan produsen domestik pun tidak tanggung-tanggung atau sebesar 56 persen. Padahal saat ini sejumlah momentum pemulihan industri sedang berjalan.

"Gangguan serbuan produk Import keramik jenis Homogeneus Tiles ini menyebabkan idle capacity sebesar 56% untuk industri keramik sejenis domestik," katanya kepada Bisnis, Senin (25/1/2021).

Edy menyebut untuk mempertahankan momentum pemulihan dan kebangkitan industri keramik pasca penurunan harga gas US$6 per mmbtu, Asaki mendesak langkah-langkah konkret perlindungan dan penguatan industri keramik.

Sejumlah langkah tersebut, di antaranya pembatasan pelabuhan impor tertentu dan penetapan minimum import price.

Dia menyebut industri keramik nasional harus mendapatkan atensi khusus terlebih sebagai industri strategis yang menyerap jumlah tenaga kerja cukup besar lebih dari 150.000 orang dan dengan TKDN yang tinggi rerata di atas 75 persen.

"Kamis optimis mampu bangkit kembali kembali ke masa kejayaan industri keramik pada 2013 sebagai Big Five Top Ceramic Manufacturing Countries jika mendapatkan dukungan dan atensi dari pemerintah," ujar Edy.

Sementara, pada tahun ini Asaki memproyeksikan utilisasi kapasitas produksi berkisar di level 74-75 persen meningkat cukup baik dibanding 2020 yang berkisar 56 persen dan pada 2019 yang di level 65 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri keramik Keramik Impor
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top