Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tarif Gas Turun, Utilisasi Industri Keramik Terpacu

Asosiasi berharap tren yang terjadi pada kuartal III/2020 akan berlanjut hingga akhir tahun.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 22 November 2020  |  15:05 WIB
Suasana pada pameran industri bahan bangunan dan Keramik bertajuk Megabuild Indonesia & Keramika 2019 di Jakarta, Jumat (15/3/2019). Pameran yang menghadirkan lebih dari 500 merek ternama dalam industri bahan bangunan, arsitektur, dan desain interior serta jasa konstruksi dari 14 negara ini digelar sejak 14-17 Maret 2019 ini mempertemukan para investor.  - BISNIS.COM
Suasana pada pameran industri bahan bangunan dan Keramik bertajuk Megabuild Indonesia & Keramika 2019 di Jakarta, Jumat (15/3/2019). Pameran yang menghadirkan lebih dari 500 merek ternama dalam industri bahan bangunan, arsitektur, dan desain interior serta jasa konstruksi dari 14 negara ini digelar sejak 14-17 Maret 2019 ini mempertemukan para investor. - BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan tarif gas dinilai menjadi faktor utama percepatan perbaikan pada kuartal IV/2020. Pasalnya perbaikan pada sektor ini justru diprediksi pada tahun mendatang.

Seperti diketahui, penurunan tarif gas ke level US$6 per mmBTU efektif dirasakan oleh industri keramik pada Agustus 2020. Tarif gas pada Pulau Jawa Barat turun dari level US$9,1 per mmBTU, sedangkan tarif gas pada Jawa Timur turun dari US$7,98 per mmBTU. 

"[Akibat tarif gas turun] daya saing kami membaik. Jadi, kami bisa lebih agresif di [pasar] ekspor. Ini pertama kali tren ekspor yang [selama ini] stagnan, cenderung menurun, pada kuartal III/2020 sudah menunjukkan pertumbuhan," kata Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto kepada Bisnis, Minggu (22/11/2020). 

Edy mencatat nilai ekspor pada Januari-September 2020 naik 23 persen secara tahunan mendekati US$50 juta. Adapun, nilai ekspor tertinggi secara bulanan selama 5 tahun terakhir terjadi pada Juli 2020 yang mencapai US$10 juta. 

Secara total, nilai ekspor pada kuartal III/2020 berkontribusi sekitar 50 persen dari total nilai ekspor selama 9 bulan pertama 2020. "Kuartal III/2020 bagus sekali karena tarif gas sudah berlaku efektif."

Edy mendata nilai ekspor ke Filipina naik paling besar mencapai 66 persen, dan disusul oleh Taiwan sebesar 42 persen. Sementara itu, Australia yang selama ini menyerap keramik dari Malaysia mulai beralih ke keramik buatan lokal. 

Menurut Edy, hal tersebut disebabkan oleh penurunan tarif gas yang terjadi pada medio kuartal III/2020. Selain itu, ekspor parikan kimia nasional ke Malaysia juga mulai meningkat. 

Walakin, Edy mencatat pertumbuhan volume ekspor lebih tinggi  lagi atau mencapai 29 persen. Edy menyampaikan penurunan harga di pasar ekspor tersebut disebabkan oleh penurunan tarif gas. 

Dengan kata lain, penurunan tarif gas yang terjadi pada industri keramik tidak secara langsung mempertebal margin pabrikan. Kendati demikian, penambahan keuntungan tersebut juga disebabkan oleh volume penjualan yang meningkat. 

"Sekarang kami coba mengambil kembali pangsa pasar kami. [Strategi] ini memang mutlak karena kami tidak bisa berbuat sesuatu tanpa penurunan tarif gas untuk [menggenjot performa] ekspor," ucapnya. 

Edy berpendapat tren yang terjadi pada kuartal III/2020 akan berlanjut hingga akhir tahun. Oleh karena itu, Edy meramalkan rata-rata utilisasi pabrikan pada kuartal IV/2020 bisa naik ke level 70 persen. 

Seperti dketahui, utilitas rata-rata pada kuartal I/2020 masih berada di level 65 persen. Dengan kata lain, penurunan tarif gas dapat meningkatkan utilisasi pabrikan ke atas posisi pra-pandemi. 

"Ini di luar perkiraan kami. [Hasil produksi] kami bulky, gudang kami terbatas. Kami bersyukur ini ada permintaan pasar, sehingga yang kami produksi bisa terserap pasar," ucapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Gas industri keramik
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top