Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Bikin Ketar-ketir, Industri Keramik Minta Perlindungan Produk

Industri keramik meminta sejumlah kebijakan untuk melindungi produk dalam negeri di tengah peningkatan produk impor per kuartal III/2020
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 10 November 2020  |  19:40 WIB
Konsumen melihat produk terbaru dari PT Granitoguna Building Ceramics, brand ArTile.  - BISNIS
Konsumen melihat produk terbaru dari PT Granitoguna Building Ceramics, brand ArTile. - BISNIS

Bisnis.com, JAKARTA — Industri keramik meminta sejumlah kebijakan untuk melindungi produk dalam negeri di tengah peningkatan produk impor per kuartal III/2020

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan safeguard untuk keramik impor China, India, dan Vietnam tahun ini merupakan tahun ketiga dan tahun terakhir.

Untuk itu, Asaki telah mengajukan kembali perpanjangan safeguard term yang kedua. Menurut Edy safeguard dengan besaran bea masuk 23 persen, 21 persen, dan 19 persen manfaatnya tidakk terlalu optimal untuk menghambat laju angka impor.

"Pada 2018 angka impor tahunan tetap bertumbuh 19 persen dan 2019 hanya turun sedikit yaitu 9 persen. Sementara pada periode Januari-September 2020 juga masih bertumbuh 1,5 persen," katanya kepada Bisnis, Selasa (10/11/2020).

Atas kinerja impor tersebut, Asaki pun meminta perhatian dan dukungan pemerintah dalam tiga poin kebijakan.

Pertama, perpanjangan safeguard term kedua dengan besaran bea masuk yang lebih besar atau safeguard plus penetapan minimum import price.

Kedua, penetapan pelabuhan impor tertentu atau terbatas untuk produk keramik.

Ketiga, pengetatan persyaratan SNI impor.

Edy mengatakan angka impor sampai dengan semester I/2020 masih negatif atau mengalami penurunan vol impor 2 persen. Angka impor meningkat kembali sejak Juli dan puncaknya pada September lalu sebesar 8,9 juta m2.

"Angka impor September merupakan level tertinggi sejak penerapan safeguard Oktober 2018," ujar Edy.

Angka impor tersebut diperkirakan akan semakin meningkat terlebih mulai Oktober 2020 akibat besaran bea masuk import menurun kembali dari 21 persen ke angka 19 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keramik industri keramik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top