Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Brexit Bikin Daya Tarik Inggris Sebagai Pusat Bisnis Global Redup

Usai penerapan Brexit pada awal tahun ini, Inggris turun ke peringkat kedua di bawah Amerika Serikat sebagai negara paling menarik untuk bisnis.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  10:42 WIB
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters
Aksi protes anti-Brexit menggelar unjuk rasa di luar Gedung Parlemen di London, Inggris (30/1 - 2020). Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan keluar dari blok ekonomi Uni Eropa berpengaruh pada tingkat menariknya Inggris sebagai lokasi bisnis internasional.

Usai penerapan Brexit pada awal tahun ini, Inggris turun ke peringkat kedua di bawah Amerika Serikat sebagai negara paling menarik untuk bisnis.

Meski demikian, peringkat itu masih lebih baik diantara negara-negara kelompok 7 atau G7 lainnya. Menurut Germany’s Foundation for Family Businesses, Kanada berada di urutan keempat, diikuti oleh Jerman di urutan ke-17, Prancis di urutan ke-18, Jepang di urutan ke-20, dan Italia di urutan ke-21 dan tempat terakhir.

"Brexit telah menjadi tanggung jawab utama bagi Inggris. Pemerintahan Inggris di masa depan memiliki jalan panjang jika mereka ingin mendapatkan kembali dinamisme ekonominya, seperti yang dijanjikan oleh pendukung Brexit," kata penulis studi tersebut, dilansir Bloomberg, Senin (11/1/2021).

Pemeringkatan edisi kedelapan oleh lembaga penelitian ZEW yang pertama kali diterbitkan pada 2006 ini menilai lingkungan bisnis dalam enam kategori, antara lain perpajakan, biaya tenaga kerja, produktivitas dan modal manusia, peraturan, pembiayaan, infrastruktur dan kelembagaan dan energi.

Inggris mengalami penurunan keseluruhan terbesar dari semua negara. Ketidakpastian terkait Brexit memiliki dampak terbesar di bidang pembiayaan, infrastruktur dan institusi.

AS menduduki peringkat teratas terutama karena kinerja luar biasa dalam regulasi, pembiayaan dan energi, dan juga mendapat nilai bagus dalam biaya tenaga kerja, produktivitas, dan modal manusia.

Kelemahan yang jelas adalah perpajakan, meskipun reformasi pajak Trump bermanfaat, AS masih tertinggal dari sebagian besar negara di bidang ini.

"Analisis kami menyoroti penting sejauh mana negara akan berada dalam posisi untuk menangkal efek jangka panjang pandemi virus Corona," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris pusat bisnis Brexit

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top