Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sampai Imlek, Sektor Manufaktur Diprediksi Bakal Ekspansif

Kalangan pengusaha menilai sektor manufaktur pada awal tahun ini masih akan ekspansif didorong oleh permintaan dari periode Imlek 2021.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  21:39 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi pemain barongsai pada perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di Kelenteng Sam Poo Kong, Sabtu (25/1/2020).  - Antara
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi pemain barongsai pada perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di Kelenteng Sam Poo Kong, Sabtu (25/1/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA —  Kalangan pengusaha menilai sektor manufaktur pada awal tahun ini masih akan ekspansif didorong oleh permintaan dari periode Imlek 2021.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan peningkatan PMI manufaktur di Desember disebabkan oleh proyeksi permintaan pasar domestik jangka pendek yang diperkirakan masih akan terus naik hingga imlek.

Selanjutnya, pasca imlek masih harus dilihat lagi apakah akan ekspansi kinerja atau tidak karena tidak ada demand driven yang cukup besar di level nasional hingga periode Ramadhan dan Lebaran.

"Meskipun demikian, ini tidak berarti tidak akan ada ekspansi kinerja pasca Imlek. Hanya saja, ekspansi kinerja industri pasca imlek tidak bisa bergantung pada demand pasar domestik. Karena itu, driver untuk ekspansi kinerja manufaktur dalam rangka pemulihan ekonomi harus dari sisi supply dan demand," katanya kepada Bisnis, Senin (4/1/2021).

Shinta menyebut dari sisi supply dapat diupayakan untuk perbaikan pada iklim usaha atau investasi yang signifikan, inbound investasi di industri manufaktur, kemudahan kredit usaha, dan lainnya. Sementara dari demand eksternal seperti peningkatan permintaan ekspor untuk produk manufaktur nasional.

Pasalnya, jika faktor-faktor pendukung di atas tidak ada dan pabrikan hanya bergantung pada demand pasar domestik. Alhasil, kemungkinan ekspansi di industri manufaktur akan terjadi secara lambat atau peningkatannya tidak signifikan sepanjang 2021.

Apalagi bila proses pengendalian pandemi dan normalisasi ekonomi berjalan lambat atau butuh waktu lebih dari tengah tahun ini sehingga akan lebih sulit mendongkraknya.

Selaras dengan hal itu, menurut Shinta, untuk ekspansi usaha pada tahun ini, kenyamanan ekspansi terbesar tidak berada di industri manufaktur, tetapi justru di sektor jasa, khususnya jasa finansial, jasa telekomunikasi, IT dan e-commerce, serta tentu saja jasa kesehatan dengan ekspansi ke arah ehealth, epharma dan telemedicine.

"Industri manufaktur termasuk kategori sektor yang sangat tertekan sepanjang pandemi,  karena itu confidence ekspansi di manufaktur akan lebih sangat tergantung pada pemulihan demandnya atau suntikan modal kerjanya," ujar Shinta.

Adapun tanpa ada pemulihan demand atau suntikan modal yang signifikan, hampir bisa dipastikan industri manufaktur akan terus menunda-nunda ekspansi. Khususnya yang padat karya karena risiko usaha untuk sektor manufaktur di 2021 masih sangat tinggi.

Apalagi jika memperhitungkan peningkatan beban usaha karena kenaikan upah di sejumlah daerah dan pemotongan besar-besaran pada budget stimulus fiskal dan non-fiskal bagi korporasi yang tertekan pandemi tahun ini.

Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Rosan P. Roeslani optimistis, momentum pemulihan ekonomi tahun ini akan semakin baik tecermin dari sejumlah indikator ekonomi yang sudah mulai menunjukkan pemulihan.

"Misalnya, PMI manufaktur telah kembali ke level ekspansif dan indeks keyakinan konsumen yang mulai mengalami peningkatan. Ini sangat menggembirakan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imlek kinerja manufaktur indeks manufaktur
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top