Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Desember Ekspansif, Gapmmi Sebutkan Tiga Sebab

Gapmmi menyatakan kenaikan angka Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia per Desember 2020 merupakan fenomena siklikal. Namun demikian, Desember 2020 juga dinilai menjadi titik tolak perubahan permintaan industri makanan dan minuman (mamin).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 04 Januari 2021  |  21:16 WIB
Kunjungan Menteri Perindustrian dalam rangka meninjau penerapan protokol kesehatan di lingkungan pabrik dan pelaksanaan Izin Operasionalitas dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Kemenperin
Kunjungan Menteri Perindustrian dalam rangka meninjau penerapan protokol kesehatan di lingkungan pabrik dan pelaksanaan Izin Operasionalitas dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan kenaikan angka Purchasing Manager's Index (PMI) Indonesia per Desember 2020 merupakan fenomena siklikal. Namun demikian, Desember 2020 juga dinilai menjadi titik tolak perubahan permintaan industri makanan dan minuman (mamin).

Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman menyatakan naiknya angka PMI nasional di akhir tahun disebabkan oleh adanya libur Natal dan tahun baru (nataru). Selain itu, tren pertumbuhan permintaan yang dimulai pada kuartal III/2020 berlanjut hingga akhir 2020.

"Ketiga, saya lihat orang mulai optimistis karena bantuan pemerintah sudah diumumkan akan dilanjutkan. Ini membuat orang optimistis bahwa pemerintah akan melanjutkan proses pemulihan ekonomi [pada 2021]," katanya kepada Bisnis, Senin (4/1/2021).

Adhi menilai tren pertumbuhan kapasitas produksi industri mamin akan berlanjut pada kuartal I/2021. Pasalnya, kuartal I/2021 akan menjadi waktu persiapan menghadapi bulan Ramadan 2021 yang jatuh pada April 2021.

Indonesia dari IHS Markit periode Desember 2020 kembali melaju menjadi 51,3 naik dari November 2020 yang berada di posisi 50,6.

IHS Markit menilai bulan terakhir pada 2020 itu telah menunjukkan perbaikan lebih lanjut pada kondisi bisnis di sektor manufaktur Indonesia. Pertumbuhan pesanan baru dipercepat, mengacu pada ekspansi lain pada output yang tergolong tercepat kedua dalam sejarah survei hampir 10 tahun.

Direktur Ekonomi IHS Markit Andrew Harker mengatakan perusahaan Indonesia secara umum memiliki akhir positif untuk 2020, dengan data PMI terbaru menunjukkan kenaikan dua bulan berturut-turut pada output dan pesanan baru.

Meski begitu, Harker menyebut jalan masih panjang mengingat gangguan parah yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, tetapi produsen tetap yakin dengan prospek tahun ini.

"Dari segi yang kurang positif, tingkat kapasitas begitu rendah sehingga terjadi penurunan ketenagakerjaan lebih lanjut, sementara gangguan rantai pasokan yang meluas menghambat upaya untuk mengamankan bahan baku. Perusahaan berharap bahwa area ini akan menunjukkan tanda-tanda peningkatan pada awal 2021," katanya dalam keterangan resmi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri makanan dan minuman indeks manufaktur
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top