Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Sejumlah Peluang di Sektor Transportasi pada 2021

Prospek pemulihan Produk Domestik Bruto pada kuartal I/2021 diharapkan dapat disambut pelaku domestik dengan menyiapkan diri sebaik-baiknya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  16:40 WIB
Ilustrasi aktivitas bisnis angkutan barang Pelni.  - Dok. Pelni
Ilustrasi aktivitas bisnis angkutan barang Pelni. - Dok. Pelni

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah peluang masih dimiliki Indonesia utamanya di sektor transportasi untuk bisa memberikan sentimen positif pada pertumbuhan tahun depan.

Head of Economic Research PT Samudera Indonesia Ibrahim Kholilul Rohman menuturkan dibalik bencana selalu terdapat peluang  pertumbuhan yang masih dapat diraup oleh sektor transportasi, khususnya terkait dengan perdagangan global.

Pertama, kata dia, dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Baru Amerika Serikat berpotensi meredakan tensi perdagangan global. 

Hal ini, sebutnya, akan berdampak positif bagi Indonesia yang memiliki korelasi kuat dengan volume perdagangan di China. Pasalnya setiap satu persen pertumbuhan di China akan diterjemahkan ke dalam 0,1 persen  pertumbuhan di Indonesia.  

Kedua, meningkatnya potensi dagang daring dan ekonomi digital dengan potensi di pasar domestik yang besar. Hal ini ditandai masuknya investor Softbank dan Tencent. Kemudian adanya resistensi dari sejumlah komoditas selama pandemi covid-19.

“Yang menarik domestik carrier relatif imun di transportasi global. Rute-rute pengiriman domestik relatif stabil sampai September. Artinya Inflasi di regional terkontrol karena barang bisa dikirim dengan tarif yang relatif sama dibandingkan in nternasional tiga kali lipat hingga lima kali lipat,” ujarnya, Senin (28/12/2020).

Selain itu, bergabungnya Indonesia ke dalam Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau RCEP merupakan suatu prospek jangka panjang rute perdagangan yang lebih besar yang sebelumnya tidak terjamah.

Hal ini membuat Indonesia membuka pasar baru ke Selandia Baru, Asia Selatan dan ke utara. Di luar itu, alokasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk postur transportasi menunjukkan sektor ini akan tetap memperoleh donor darah dan kesegaran dibalik proyeksi yang muram. 

Ibrahim mengharapkan pemulihan Produk Domestik Bruto pada kuartal I/2021 segera disambut pelaku domestik dengan menyiapkan diri sebaik-baiknya.

“Belum lagi suku bunga dan nilai tukar yang lebih favorable untuk investasi pada 2021,” tekannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi Covid-19 pemulihan ekonomi
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top