Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MTI: Upaya Penyelamatan Maskapai Perlu Dilanjutkan Tahun Depan

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai pemerintah perlu mengupayakan penyelamatan maskapai nasional dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 tahun depan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  16:01 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah perlu mengupayakan penyelamatan maskapai nasional mengingat industri penerbangan sebagai bagian rantai pasok global yang harus dipertahankan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ketika pandemi berakhir.

Ketua I Masyarakat Transportasi Indonesia Suharto Abdul Majid menuturkan sejauh ini campur tangan pemerintah sudah cukup baik tetapi pada 2021 bantuan dan campur tangan pemerintah harus lebih ditingkatkan lagi agar maskapai penerbangan dan bandara memiliki daya tahan yang lebih baik pada skenario pertama.

Skenario pertama tersebut yakni jika program vaksinasi berhasil dan virus varian baru mampu dicegah maka pada 2021 akan menjadi tahun pemulihan bagi bisnis penerbangan pemerintah dan dunia penerbangan bersama-sama dengan sektor lain khususnya perdagangan dan pariwisata bisa melakukan strategi memotivasi masyarakat untuk melakukan perjalanan melalui udara dengan aman dan selamat.

Pada dasarnya, bebernya, hanya ada tiga tujuan utama orang melakukan perjalanan melalui udara yaitu bisnis, wisata dan tujuan sosial.

“Sementara itu pada skenario kedua yakni pandemi masih terus bergerak naik penyebaran meluas atau belum turun pada level yang ditoleransi terhadap maka dunia penerbangan harus melanjutkan strategi yang telah dilakukan pada 2020. Bantuan dan campur tangan pemerintah untuk penyelamatan penerbangan bisa ditingkatkan lagi sambil mencari cara mencapai pencegahan dengan protokol kesehatan dan PSBB yang lebih diperketat,” ujarnya, Senin (28/12/2020).

Dia melanjutkan untuk strategi bertahan hidup jangka pendek dan menengah, maskapai dapat melakukan efisiensi secara masif di semua lini serta menata ulang proses bisnis yang tidak efisien dan melakukan perubahan modal bisnis untuk jangka panjang.

Menurutnya maskapai juga harus tetap beroperasi melayani angkutan kargo logistik angkutan repatriasi serta fokus pada angkutan penumpang dengan tujuan bisnis optimalisasi angkutan charter untuk kalangan pebisnis eksekutif dan kalangan tertentu.

Selain itu, kata dia, terdapat strategi bertahan dengan basis adaptasi kebiasaan baru dengan jenis penumpang yang berperilaku dan bergaya hidup baru beroperasi dengan mengedepankan sisi humanis kemanusiaan dan fokus pada kesehatan. Maskapai harus mencari cara kreatif inovatif tapi tetap aman efisien dan efektif melalui kolaborasi kemitraan dan sinergi dengan semua pihak yang terkait.

Salah satunya memperkuat kerja sama dengan sesama airlines dan airport serta mitra terkait lainnya dengan konsep gotong royong untuk tetap hidup dan bertahan ke keluar dari krisis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top