Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Supercovid-19 Bikin Maskapai Kembali Cemas usai Kehadiran Vaksin

Masyarakat Transportasi Indonesia menilai munculnya Supercovid-19 membuat maskapai kembali cemas dan menambah faktor ketidakpastian dalam dunia usaha.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  15:54 WIB
Warga berada di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu (12/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Warga berada di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Minggu (12/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Dunia penerbangan kembali dilanda kecemasan dengan munculnya varian baru virus corona (supercovid-19) di Inggris setelah menyambut gembira hadirnya vaksin yang memberikan sentimen positif bagi kebangkitan dunia penerbangan pada 2021.

Ketua I Masyarakat Transportasi Indonesia Suharto Abdul Majid menuturkan di tengah ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19 muncul secercah harapan baru bagi maskapai dengan sudah ditemukannya vaksin untuk menangkalnya. Terkait hal ini, sambungnya, pemerintah sudah menyampaikan secara resmi pada Desember 2020 bahwa Indonesia sudah membeli vaksin dan akan segera didistribusikan pada awal 2021.

“Akan tetapi di saat sejumlah negara di dunia tengah berharap melakukan program vaksinasi termasuk Indonesia kini Muncul lagi varian baru virus Corona pertama kali ditemukan di Inggris. Dunia penerbangan kembali dihantui kecemasan baru untuk bersiap menghadapi tantangan di 2021,” ujarnya, Senin (28/12/2020).

Pemerintah Inggris menyebut varian baru Covid-19 tersebut 70 persen lebih mudah ditularkan dari pada jenis virus sebelumnya anak-anak pun rentan tertular seperti halnya orang dewasa.

Dia pun menyimpulkan nasib industri penerbangan pada 2021 akan bergantung kepada efektivitas program vaksinasi yang dilakukan, termasuk apakah vaksin-vaksin tersebut efektif mencegah varian baru virus Corona.

Menurutnya kondisi yang dihadapi oleh dunia penerbangan nasional pada 2021 tidak akan jauh berbeda dengan kondisi yang dihadapi pada 2020 sepanjang belum ada kepastian terkait dengan berakhirnya pandemi Covid-19 bahkan semakin meningkatnya jumlah masyarakat terpapar Covid-19 dan semakin meluasnya zona merah di berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu ditambah dengan masih rendahnya tingkat mobilitas masyarakat melakukan perjalanan melalui udara karena masih dihantui dengan ketakutan naik pesawat yang tidak atau belum sepenuhnya aman dan masih belum pulihnya daya beli sebagian masyarakat akibat terdampak Covid-19.

Hal sebaliknya terjadi jika program vaksinasi yang dilakukan pada awal 2021 berhasil dijalankan dan secara efektif mampu mencegah penularan Covid-19 termasuk kemampuan pemerintah meyakinkan kepada publik bahwa virus varian baru tidak akan masuk ke Indonesia.

Faktor lainnya program vaksinasi tersebut atau yang lebih baik dari itu juga mampu mengatasi virus varian baru maka dunia transportasi udara dan bisnis penerbangan kembali bergairah dan bangkit secara positif atau minimal bisa kembali pulih secara bertahap mendekati capaian 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top