Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelabuhan Patimban Diklaim Turunkan Biaya Logistik 5 Persen

Pelabuhan Patimban dinilai dapat mengurangi biaya logistik bagi operator angkutan kendaraan otomotif hingga 5 persen berdasarkan total biaya tahunan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  18:39 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, SUBANG - Beroperasinya Pelabuhan Patimban dinilai dapat mengurangi biaya logistik bagi operator angkutan kendaraan otomotif. Waktu tempuh yang lebih pendek di jalur darat dapat mengurangi biaya logistik hingga 5 persen.

Direktur Utama PT Agung Transina Raya M. Ryano Satrya Panjaita menuturkan posisi keberadaan Pelabuhan Patimban kalau dari sisi transportasi apalagi dari sisi distribusi otomotif akan mengurangi biaya logistik.

"Terutama dari biaya lansir ya, dan itu kalau dari jumlah, kuantitasnya besar tidak sedikit, kalau kumulatif tahunan. Kalau dari total cost logistic dari pelayaran dan land transportation-nya kontribusinya reduce 5 persen, land cost terutama penurunannya," jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis (3/12/2020).

Dia menegaskan penurunan biaya logistik hingga 5 persen tersebut berdasarkan total biaya tahunan dalam distribusi otomotif yang mencakup jalur darat dan lautnya.

Pengusaha logistik yang menjadi mitra distribusi pabrik otomotif ini menyebut dalam tahun-tahun mendatang Patimban akan cukup berkontribusi terhadap pengurangan biaya logistik.

Pasalnya, pabrikan otomotif mayoritas berada di wilayah Karawang yang relatif lebih dekat ke Patimban. Dalam waktu kurang dari 2 jam bisa mengakses pelabuhan di Subang tersebut, sementara jika ke Tanjung Priok butuh waktu lebih dari 3 jam.

Pemilik Kapal MV Ostina yang digunakan dalam uji coba bongkar muat kendaraan di Pelabuhan Patimban tersebut menjelaskan dengan adanya pengurangan biaya logistik tersebut tentu memberikan manfaat tersendiri.

"Kami dari Agung Logistics Group tidak hanya dari sisi pelayaran, dari sisi penjemputan unit mobil sendiri itu dari kami. Melihat rata-rata semua produsen berlokasi di daerah Karawang sini pastinya [lebih menguntungkan], dan bisa mengurangi titik-titik kemacetan," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan logistik pelabuhan patimban
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top