Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selandia Baru Tunda Terapkan Travel Bubble dengan Australia

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengisyaratkan bahwa selagi kasus-kasus virus di Australia terus bermunculan dan membentuk hotspot baru, kecil kemungkinan travel bubble diterapkan antara dua negara jelang Natal.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 November 2020  |  13:30 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern/Reuters - Yiming Woo
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern/Reuters - Yiming Woo

Bisnis.com, JAKARTA - Selandia Baru masih terus mempertimbangkan untuk membuka perbatasan dengan negara tetangganya Australia.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengisyaratkan bahwa selagi kasus-kasus virus di Australia terus bermunculan dan membentuk hotspot baru, kecil kemungkinan travel bubble diterapkan antara dua negara jelang Natal.

Pemerintah Australia tengah melancarkan strategi mengunci wilayah yang menjadi pusat penyebaran virus dimana kasus mencapai ambang tertentu.

Ardern mengatakan lonjakan kasus yang terjadi di Australia Selatan menggarisbawahi pentingnya pengelolaan perbatasan di dalam negeri, sebelum membuka pintu masuk bagi warga asing.

"Jika mereka mengalami wabah tetapi mereka melembagakan kontrol perbatasan yang kuat, maka itu dapat dikelola. Namun jika mereka memiliki tingkat toleransi terhadap transmisi komunitas yang lebih tinggi dari kami, maka itu bermasalah," kata Ardern dilansir Australia Associated Press, Senin (23/11/2020).

Dia melanjutkan, itulah mengapa sangat penting bagi Selandia Baru untuk tidak terburu-buru membuka perbatasan.

Meskipun warga Negeri Kiwi dapat melakukan perjalanan ke New South Wales dan Northern Territory di Australia tanpa perlu dikarantina selama dua minggu, hal yang sama tidak berlaku di perbatasan Selandia Baru. Tidak ada seorang pun yang bisa memasuki negara itu tanpa masa isolasi wajib.

Ardern mengatakan tidak bisa memastikan pembukaan perbatasan saat Natal tiba. Namun, Selandia Baru masih mempertahankan kemungkinan untuk segera membuka perbatasannya dengan Kepulauan Cook di Samudera Pasifik.

Negara semiotonom itu memiliki hubungan yang dalam dengan Selandia Baru karena mencatatkan nol kasus selama pandemi. Pejabat Selandia Baru tengah bekerja sama dengan pemerintah Kepulauan Cook untuk membentuk skema travel bubble guna memulihkan ekonomi yang bergantung pada pariwisata.

Ardern mengatakan begitu pejabat memberi lampu hijau untuk pembukaan, akan butuh waktu tiga minggu untuk mengaktifkan dan menjalankannya.

Sementara itu, setelah kemunculan kasus baru di Auckland beberapa waktu lalu, pemerintah kembali memberlakukan kewajiban menggunakan masker di angkutan umum. Mulai Kamis pekan lalu, warga diimbau untuk memakai masker di semua jenis angkutan umum.

"Tindakan pencegahan tambahan ini adalah harga kecil yang harus dibayar untuk mempertahankan kebebasan ekonomi dan sosial, yang kami miliki," kata Ardern.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

selandia baru australia travel bubble
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top