Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gaikindo: Akses Tol ke Pelabuhan Patimban Mendesak

Gaikindo menilai akses tol ke Pelabuhan Patimban sangat diperlukan agar aktivitas logistiknya tidak mengganggu pengguna jalan nasional.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 November 2020  |  15:54 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai Pelabuhan Patimban tetap memerlukan akses utama berupa jalan tol untuk mendukung mobilitas penggunanya.

Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi berharap selain membangun fisik, perlu ada dukungan akses yang utama berupa tol.

Dia mencontohkan ketika harus mengirimkan 5.000 unit mobil dalam satu kapal. Ketika akses jalan yang dilalui bukan tol, maka sangat mungkin terjadi kendala di jalur jalan nasional.

"Misalkan satu kapal berangkat Desember dengan satu kapal 5.000 mobil harus sandar dan mobil siap diangkut ke kapal, harus dikirim dari pabrik ke pelabuhan, pengangkutannya itu perlu trailer, karena mobil tidak dikehendaki jalan di jalan raya, km masih nol," urainya, Jumat (20/11/2020).

Truk trailer, paparnya, hanya mampu mengangkut maksimum 5 mobil, artinya sekali jalan akan ada 1.000 trailer dari pabrik ke pelabuhan. Ketika kendaraan berukuran besar berseliweran di jalan nasional ini katanya, tentu akan menimbulkan kendala.

"Apalagi ketika trailer sedang mengirim mobil dan yang kembali berpapasan di jalan. Pemerintah sudah bekerja keras, alternatifnya harus dilihat, kami ingin manfaatkan semaksimal mungkin patimban termasuk selama belum ada jalan tolnya," katanya.

Pemerintah menargetkan akses jalan tol masuk Pelabuhan Patimban baru beroperasi 2023, artinya guna mengakses pelabuhan swasta terbesar tersebut, masyarakat wajib melalui jalan nasional Pantura sepanjang 64,7 Km dari exit tol Dawuan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus H Purnomo menuturkan secara lokasi Pelabuhan Patimban cukup strategis karena dapat menjangkau industri yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Adapun, akses tol baru akan selesai dibangun pada 2023.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan jalan tol gaikindo pelabuhan patimban
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top