Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelabuhan Patimban dan Tanjung Priok Harus Sinergi, Ini Alasannya

Ekonom senior INDEF Aviliani menilai Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Tanjung Priok harus bisa bersinergi guna memudahkan pembagian tugas antara keduanya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 November 2020  |  14:45 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Pelabuhan Patimban dengan Pelabuhan Tanjung Priok dinilai tak boleh saling bersaing, kedua pelabuhan di sisi utara Pulau Jawa ini harus dapat bersinergi dan membagi industri yang jadi pasarnya.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani menuturkan keberadaan Pelabuhan Patimban tidak dapat berdiri sendiri, tetapi perlu dibantu lembaga lain termasuk kementerian terkait, pelaku industri dan pengelola pelabuhan.

"Selama ini Indonesia bergantung impor 70 persen, kami harapkan ada substitusi impor dan ekspor naik, ini jadi keunggulan pelabuhan ini. Pelabuhan Patimban harus related dengan Tanjung Priok, jadi tak ada persaingan," jelasnya, Jumat (20/11/2020).

Menurutnya, di era BUMN yang sudah mulai melakukan holding perusahaan, perlu dipikirkan bentuk kolaborasi kepemilikan antara Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini guna memudahkan pembagian tugas antara kedua pelabuhan tersebut.

"Perlu dipikirkan, era sekarang kolaborasi, bisa ada pembagian tugas antara Tanjung Priok dan Patimban dalam pengelolaan pelabuhan, kepemilikan bisa saling memiliki jadi kolaborasi bagus, berkolaborasi wajib, jangan untuk kepentingan umum itu bersaing," katanya.

Lebih lanjut, Aviliani bercerita selama ini daya saing logistik selalu menjadi kendala, karena kontribusinya masih cukup besar terhadap harga pokok.

Adapun, aktivitas ekspor dan impor masih melalui Singapura atau Malaysia, setelah dikemas baru ekspor ke negara lain. Kalau ada tambahan pelabuhan internasional bisa langsung ekspor ke negara tujuan, ini menjadi keuntungan tersendiri.

Selain itu, dia menuturkan perlunya menarik pariwisata dari Pelabuhan Patimban. Pasalnya, di Indonesia pariwisata sudah menjadi kebutuhan pokok. Kemenhub terangnya, perlu berkoordinasi dengan Kemenpar memanfaatkan Patimban sebagai destinasi atau hub pariwisata.

Dia juga berharap dengan ada pelabuhan patimban dapat menjadi titik awal Indonesia mengurangi beban neraca pembayaran karena pengangkutan ekspor impor mengandalkan kapal asing.

"Itu kapal asing bawa barang, kemungkinan kapal-kapal nasional bisa kita dorong bisa sehingga dapat mengurangi dampak capital outflow dari sektor logistik," katanya.

Dia juga menegaskan pentingnya menjadikan Jawa Barat sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Pasalnya, baru-baru ini banyak industri pindah dari Jawa Barat ke Jawa Tengah karena alasan UMR yang lebih murah. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap pelabuhan yang sudah dibangun ini.

"Jangan sampai ada pelabuhan patimban tapi industri pindah ke Jawa Tengah, bagaimana caranya dari sisi industri jangan pindah, jangan pindah besar-besaran ke Jateng," urainya.

Diplomasi internasional agar kapal-kapal internasional mau berlabuh di Pelabuhan Patimban pun menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Perlu peran Kementerian Luar Negeri agar dapat menjual kelebihan pelabuhan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan tanjung priok pelabuhan patimban
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top