Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Scoot Curhat Jumlah Penumpangnya Tersisa 4 Persen

Scoot mengaku jumlah penumpangnya tersisa 4 persen akibat dampak pandemi Covid-19 dan resesi Singapura, serta hanya bisa mengandalkan rute internasional.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 September 2020  |  12:41 WIB
Pesawat Singapore Airlines terbang melewati pesawat Scoot di Singapore Airshow, Changi Exhibition Center, Singapura pada Februari 2016. - Reuters/Edgar Su
Pesawat Singapore Airlines terbang melewati pesawat Scoot di Singapore Airshow, Changi Exhibition Center, Singapura pada Februari 2016. - Reuters/Edgar Su

Bisnis.com, JAKARTA - Scoot menyebut jumlah penumpangnya selama delapan bulan berjalan tahun ini hanya mencapai sebesar 4 persen dari kapasitas dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19 sebagai akibat resesi ekonomi yang melanda Singapura.

Chief Commercial Officer Scoot Calvin Chan menyampaikan pada akhir tahun buku 2020/2021, secara grup usaha Singapore Airlines memperkirakan hanya beroperasi di bawah 50 persen dari level sebelum Covid-19. Maskapai yang berasis utama di Singapura ini hanya bisa mengandalkan rute internasional.

Hal ini juga menempatkan Scoot pada posisi yang rentan jika tidak segera mengambil tindakan untuk mengatasi dampak pandemi terhadap permintaan perjalanan.

“Sejak awal Covid-19 delapan bulan lalu, jaringan penumpang Scoot hanya 4 persen dari kapasitas sebelum Covid. Saat ini, kami mengoperasikan penerbangan dengan frekuensi yang dikurangi ke beberapa destinasi di Australia, China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Indonesia, Malaysia, dan Filipina,” jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (30/9/2020).

Maskapai yang identik dengan warna kuning tersebut juga memprediksi industri penerbangan baru akan pulih ke level normal pada 2024. Hingga empat tahun mendatang, pertempuran panjang bagi industri yang diliputi ketidakpastian, dan maskapai harus beradaptasi dengan lanskap berbeda yang muncul sejak pandemi Covid-19, termasuk tantangan pelemahan ekonomi sejumlah negara.

Dia juga menyebutkan kendati otoritas Singapura telah memberi banyak dukungan kepada Grup, masa depan industri ini juga masih sangat menantang.

Sebelumnya, telah memulai penerbangannya dari Singapura menuju Yogyakarta International Airport (YIA) sebanyak dua minggu sekali dengan pesawat berbadan sempit (narrow-body) Airbus A320.

Scoot General Manager Indonesia Ajish Morris menjelaskan Yogyakarta merupakan destinasi pertama dari enam destinasi di Indonesia yang diambil alih oleh Scoot dari SilkAir. Destinasi lainnya adalah Balikpapan, Lombok, Makassar, Manado, dan Semarang. Jadwal penerbangan dari Yogyakarta – Singapura dilakukan pada setiap Selasa pukul 10.15 dan sebaliknya dari Singapura – Yogyakarta pada hari yang sama pukul 08.25.

“Harga tiket Kelas Economy FLY satu arah termasuk pajak mulai dari Rp1.255.000 untuk penerbangan Yogyakarta-Singapura dan SGD 147 untuk penerbangan Singapura-Yogyakarta," jelasnya melalui siaran pers, Rabu (30/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapore airlines maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top