Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Baik bagi Eksportir! Sri Mulyani Bebaskan Tarif Jasa Surat Keterangan Asal

Pembebasan tarif SKA yang efektif berlaku pada 8 Oktober 2020 ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.137/PMK. 02/2020.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 30 September 2020  |  14:45 WIB
Sebuah truk menunggu muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). -  ANTARA / M Risyal Hidayat
Sebuah truk menunggu muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah membebaskan tarif jasa penerbitan surat keterangan asal (SKA) yang berlaku di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Pembebasan tarif SKA yang efektif berlaku pada 8 Oktober 2020 ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.137/PMK. 02/2020.

"[Kebijakan ini] merupakan tindak lanjut dari arahan presiden untuk memberikan stimulus nonfiskal guna mengurangi dampak negatif pandemi Covid-19," tulis pertimbangan beleid yang dikutip Bisnis, Rabu (30/9/2020).

Pemerintah, lanjut beleid tersebut, menegaskan bahwa ketentuan mengenai pembebasan tarif SKA hanya berlaku untuk kegiatan ekspor sampai tanggal 31 Desember 2020. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh semua eksportir.

Caranya, eksportir cukup mengajukan permohonan tarif 0 persen atau pembebasan tarif dengan mengisi formulir yang disediakan dalam sistem e-SKA milik Kemendag.

"Penggunaan formulir SKA dengan tarif Rp0 hanya dapat digunakan untuk kegiatan ekspor sampai tanggal 31 Desember 2020," demikian beleid ini menegaskan.

Dikutip dari laman resmi Kemendag, surat keterangan asal (SKA) atau biasa disebut Certificate of Origin (COO) merupakan sertifikasi asal barang, di mana dinyatakan dalam sertifikat tersebut bahwa barang atau komoditas yang diekspor adalah berasal dari negara pengekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor surat keterangan asal pmk
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top