Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Utilisasi Industri Daging Olahan Berpotensi Kembali Susut

Adapun, pabrikan daging olahan saat ini telah mengurangi produktivitas sekitar 13 persen akibat implementasi protokol kesehatan per Juni 2020.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 17 September 2020  |  20:28 WIB
Ilustrasi daging olahan. - Bisnis
Ilustrasi daging olahan. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Utiisasi industri daging olahan kembali terancam susut. Pasalnya, pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) belum menggairahkan permintaan daging olahan.

National Meat Producer Association (Nampa) mendata permintaan daging olahan turun sekitar 10-15 persen sejak awal Agustus 2020. Adapun, sebagian pabrikan turun hingga 40 persen jika dibandingkan dengan periode pra-pandemi Covid-19.

"Utilisasi baru turun bulan depan karena [saat ini] masih produksi dan [hasilnya] disimpan di gudang. Kalau sampai akhir bulan ini tidak ada pergerakan pasar, terpaksa menggilir karyawan [masuk ke pabrik]," kata Ketua Umum Nampa Ishana Mahisa kepada Bisnis, Kamis (17/9/2020).

Ishana menyampaikan saat ini peritel besar mengurungkan distribusi dengan volume besar ke peritel kecil. Pasalnya, potensi penundaan pembayaran dinilai besar lantaran daya beli masyarakat sedang menurun.

Dengan demikian, pasar daging olahan di pasar menyusut mengingat volume yang ada di peritel kecil turut susut. Ishana memberi contoh beberapa pasar daging olahan yang telah mengalami penyusutan volume dagang seperti Cikarang dan Balaraja.

Ishana menjelaskan utilisasi industri daging olahan akan turun bila 2 bulan secara volume produksi lebih besar dari serapan pasar. Pada akhir semester I/2020, utilisasi industri daging olahan berada di kisaran 65 persen.

"[Jika] gudang sendiri dan sewa sudah penuh dan prospek penjualan ke depan masih belum jelas, baru kami turunkan produksi secara bertahap," katanya.

Adapun, Ishana menyatakan utilisasi pabrikan akan kembali turun sekitar 5-8 persen jika kondisi tidak berubah. Dengan kata lain, utilisasi industri daging olahan akan turun sekitar 15-18 persen dari awal tahun menjadi sekitar 57-60 persen pada akhir September 2020.

Sebelumnya, Ishana menyatakan penanganan Covid-19 menjadi kunci pemulihan utilitas industri daging olahan. Menurutnya, utilitas pabrikan dapat kembali turun ke bawah 65 persen jika penanganan Covid-19 berlarut-larut.

Adapun, pabrikan daging olahan saat ini telah mengurangi produktivitas sekitar 13 persen akibat implementasi protokol kesehatan per Juni 2020. Selain itu, lanjutnya, parikan juga menjadwalkan tenaga kerja untuk keluar pabrik pada siang hari.

Ishana mencatat pasar tradisional menopang 60-65 persen serapan produk daging olahan di dalam negeri. Sementara itu, pasar restoran dan hotel berkontribusi sekitar 15-20 persen, sedangkan pasar modern hanya sekitar 15 persen.

Ishana berujar permintaan pada pasar modern sedikit meningkat pada awal April 2020 saat pandemi Covid-19 mulai menyerang. Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan satu-satunya peningkatan permintaan sepanjang Januari-Mei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top