Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenaikan Harga Rumah di China Dipercepat Pertumbuhan Kredit

Pemulihan kredit ternyata mempercepat kenaikan harga properti terutama rumah di wilayah China daratan.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 15 September 2020  |  22:19 WIB
Pengendara motor melintasi jalan di dekat bangunan hunian yang sedang dibangun di Ningde, Provinsi Fujian, China./Bloomberg - Qilai Shen
Pengendara motor melintasi jalan di dekat bangunan hunian yang sedang dibangun di Ningde, Provinsi Fujian, China./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan harga rumah China dipercepat pada Agustus setelah perlambatan singkat pada bulan sebelumnya, karena pertumbuhan kredit pulih dan pembatasan properti yang lebih luas tidak banyak mengurangi antusiasme pembeli.

Harga rumah baru di 70 kota besar, tidak termasuk perumahan bersubsidi negara, naik 0,56 persen bulan lalu, dibandingkan dengan kenaikan 0,47 persen pada Juli, demikian data Biro Statistik Nasional China.

Nilai di pasar sekunder, yang sebagian besar bebas dari intervensi pemerintah, naik 0,34 persen, dibandingkan dengan 0,26 persen pada Juli.

Pembuat kebijakan China selama beberapa bulan terakhir ini telah meningkatkan kewaspadaan peraturan terhadap pengaruh pengembang dan pertumbuhan harga rumah yang berlebihan.

Langkah tersebut diambil setelah hingar bingar pembelian menyebar dari kota-kota terbesar di negara itu ke beberapa pusat regional yang berkembang pesat.

Pada Agustus, kota-kota termasuk Nanjing dan Wuxi mengikuti Shenzhen dalam memperketat aturan pembelian rumah.

Pertumbuhan kredit rebound lebih dari yang diperkirakan pada Agustus karena pelonggaran kebijakan moneter terus berlaku dan mendukung pemulihan.

"Sejauh ini, pasar properti jauh lebih kuat dari ekspektasi kami," kata kepala ekonomi China Macquarie Securities Larry Hu. "Dalam beberapa bulan ke depan, penjualan properti mungkin terus pulih.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bisnis properti perumahan

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top