Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IAP Gandeng PPPI untuk Bantu Perencanaan Pembangunan Daerah saat AKB

Sinergi itu juga diarahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam merencanakan program pembangunan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan pasca-Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  11:56 WIB
Ilustrasi - Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada waktu senja. - Bisnis/Istimewa
Ilustrasi - Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada waktu senja. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Ikatan Ahli Perencana (IAP) bersama Perkumpulan Perencana Pembangunan Indonesia (PPPI) menandatangani kesepakatan bersama untuk melakukan sinergi dalam meningkatkan kapasitas perencana di daerah.

Sinergi itu juga diarahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam merencanakan program pembangunan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan pasca-Covid-19.

Ketua PPPI Suprayoga Hadi mengatakan bahwa perlu ada program peningkatan kompetensi ASN perencana yang bekerja di instansi pemerintah daerah agar dapat kreatif dan inovatif dalam melakukan refocusing program pembangunan di masa AKB ini.

“Salah satu contohnya adalah strategi pengembangan kewirausahaan digital untuk mendorong perekonomian daerah,” ungkapnya melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (17/7/2020).

Ketua Umum IAP Andy Simarmata menambahkan bahwa pembangunan kota ke depan harus inovatif untuk menciptakan kota yang lebih tangguh dan cepat pulih dari situasi krisis.

Menurutnya, proses perencanaan pembangunan di daerah harus mampu memanfaatkan sumber pembiayaan lain di luar anggaran belanja daerah dan menggunakan teknologi digital dalam menjembatani (AKB).

“Pemerintah Daerah perlu melakukan simplifikasi proses birokrasi, meningkatkan profesionalisme, dan berbasis data,” ujar Andy.

Plt. Sekjen Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori mengungkapkan dengan inovasi pengembangan kota diharapkan bisa mengatasi pendapatan daerah yang berkurang, pengangguran, kemiskinan, ketersediaan pangan, kesenjangan ekonomi, pembangunan infrastruktur, daya beli yang menurun, pelayanan publik yang menurun, serta ada risiko peningkatan angka putus sekolah.

“Tanpa melakukan inovasi perkembangan kota akan stagnan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemda ikatan ahli perencanaan indonesia (iap) perencanaan kota
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top