Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Dunia Naikkan Status Indonesia Jadi Upper Middle Income Country, Efek Tarik Pinjaman?

Kementerian Keuangan menyebutkan kenaikan status tersebut diberikan setelah berdasarkan assessment Bank Dunia terkini, dimana GNI per capita Indonesia tahun 2019 naik menjadi US$4.050 dari posisi sebelumnya US$3.840.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  05:55 WIB
Pekerja dengan menggunakan alat berat mengeruk aliran Sungai Citarum di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2019). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan masalah sampah di Sungai Citarum akan selesai dalam waktu lima tahun salah satu caranya dengan dana pinjaman dari bank dunia sebesar Rp 1,4 triliun melalui pemerintah pusat. - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Pekerja dengan menggunakan alat berat mengeruk aliran Sungai Citarum di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2019). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan masalah sampah di Sungai Citarum akan selesai dalam waktu lima tahun salah satu caranya dengan dana pinjaman dari bank dunia sebesar Rp 1,4 triliun melalui pemerintah pusat. - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bisnis.com – Bank Dunia menaikkan status Indonesia dari middle income country menjadi upper middle income country.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Keuangan menyebutkan kenaikan status tersebut diberikan setelah berdasarkan assessment Bank Dunia terkini, dimana GNI per capita Indonesia tahun 2019 naik menjadi US$4.050 dari posisi sebelumnya US$3.840.

Sebagaimana diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per capita dalam 4 kategori, yaitu low Income US$1.035, Lower Middle Income (US$1.036 - US$4,045), Upper Middle Income (US$4.046 - US$12.535) dan High Income (>US$12.535).

Klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia. Namun, kategori itu juga dirujuk secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional dalam operational guidelines.

Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini sebagai salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat dalam menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, termasuk loan pricing (harga pinjaman).

Kenaikan status Indonesia tersebut merupakan bukti atas ketahanan ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini juga merupakan buah kerja keras masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong serangkaian kebijakan reformasi struktural yang difokuskan pada peningkatan daya saing perekonomian, terutama aspek modal manusia dan produktivitas, kapasitas dan kapabilitas industri untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit transaksi berjalan, dan pemanfaatan ekonomi digital untuk mendorong pemberdayaan ekonomi secara luas dan merata.

Peningkatan status ini akan lebih memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia.

Pada gilirannya, status ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja neraca perdagangan, mendorong daya saing ekonomi dan memperkuat dukungan pembiayaan.

Indonesia dan Bank Dunia juga terus meningkatkan kerjasama melalui kerangka kerja Country Partnership Strategy. Untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, Bank Dunia memberikan dukungan pembiayaan kepada Indonesia sebesar US$250 juta atau sekitar Rp3,62 triliun (kurs Rp 14.500/US$) yang dikemas dalam program Indonesia Covid-19 Emergency Response.

Pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung Indonesia dalam mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19. Program ini sekaligus akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia kementerian keuangan ekonomi indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top