Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian ESDM Lanjutkan Program Prioritas

Dalam Rapat Kerja lanjutan antara DPR dan Kementerian ESDM yang digelar pada Rabu (24/6/2020), diputuskan empat program infrastruktur prioritas yang diagendakan tetap berlanjut pada tahun ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  18:56 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial. Dok. Kementerian ESDM
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial. Dok. Kementerian ESDM

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sepakat untuk melanjutkan sejumlah program prioritas meski anggaran belanja tahun ini dipangkas.

Dalam Rapat Kerja lanjutan antara DPR dan Kementerian ESDM yang digelar pada hari ini (24/6/2020), diputuskan empat program infrastruktur prioritas yang diagendakan tetap berlanjut pada tahun ini.

Adapun, keempat program prioritas tersebut adalah konverter kit untuk nelayan, konverter kit untuk petani, dan peneranan jalan umum tenaga surya, serta sumur bor air tanah.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan dalam kesimpulan Raker tersebut diputuskan bahwa DPR sepakat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM untuk meningkatkan optimalisasi kegiatan infrastruktur 2020 dari Rp235,75 miliar menjadi Rp350 miliar untuk penambahan paket empat program tersebut.

Selanjutnya, Komisi VII DPR sepakat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM agar kembali merinci dan membuka kemungkinan melakukan optimalisasi alokasi APBN-P nonoperasional 2020 sebesar Rp1,6 triliun agar melebihi Rp350 miliar untuk refocusing kegiatan-kegiatan yang memberi manfaat kepada masyarakat.

Poin lain dalam kesimpulan rapat tersebut adalah Komisi VII DPR sepakat dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM agar penentuan waktu, alokasi, dan tempat untuk pelaksanaan program dan kegiatan Kementerian ESDM di daerah dikonsultasikan dengan pimpinan dan anggota Komisi VII DPR.

“Telah terjadi kesepahaman ada peningkatan anggaran Rp350 miliar, total angka Rp1,6 triliun akan dirinci dan kita akan lihat jika memang ada anggara yang bisa di optimalisasi,” katanya, Rabu (24/6/2020).

Sekretaris Jendral Kementerian ESDM Ego Syahrial menjelaskan bahwa untuk memenuhi pemenuhan anggaran infrastruktur, pihaknya melakukan optimalisasi kegiatan lain yang terbesar di kegiatan noninfrastruktur.

Kementerian ESDM melakukan perubahan anggaran senilai Rp235,75 miliar yang digeser dari anggaran kegiatan lain atau noninfrastruktur yang merupakan anggaran nonoperasional dari total anggaran Rp1,6 triliun.

Ego menjelaskan, dari anggaran Rp235,75 miliar tersebut, senilai Rp131,25 miliar dialokasikan untuk program konverter kit nelayan sebanyak 15.000 paket, konverter kit petani sebanyak 7.500 paket dengan alokasi dana Rp61,88 miliar.

Selain itu, program kegiatan penerangan jalan umum tenaga surya (PJU TS) mendapatkan alokasi senilai Rp30,6 miliar untuk 1.800 titik, dan kegiatan sumur bor air tanah mendapatkan alokasi Rp12 miliar untuk 12 titik.

"Kami sepakat yang sifatnya program prioritas untuk rakyat seperti konverter kit untuk nelayan dan petani, untuk itu kami datang dengan proposal Rp235,75 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr kementerian esdm
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top